
Benny van Breukelen bangga dengan dua kipernya yang menunjukkan performa meningkat dan siap diturunkan untuk menjaga gawang Persebaya Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali harus puas dengan hasil imbang melawan Dewa United pada pekan ketujuh Liga 1 Indonesia. Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (28/9) malam, Green Force gagal mencetak gol meski sudah menciptakan 18 peluang.
Meski hasil ini membuat tim hanya mengantongi satu poin, pelatih Paul Munster tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, para pemain sudah tampil maksimal, terutama di babak kedua dengan intensitas serangan yang tinggi.
“Yang kami butuhkan adalah gol pertama. Secara keseluruhan permainan mereka bagus, tetapi kami harus lebih kejam di depan gawang,” ungkap Munster saat konferensi pers.
Persebaya Surabaya hampir saja memecah kebuntuan saat Malik Risaldi mencetak gol di menit akhir. Namun, gol tersebut dianulir karena Malik dianggap berada dalam posisi offside.
“Kami terus mendorong dan mencoba mencetak gol, namun sayangnya belum berhasil. Saat akhirnya mencetak gol, itu malah offside,” lanjut Munster dengan nada kecewa.
Sementara itu, Andhika Ramadhani, yang mendampingi Munster dalam konferensi pers, mengungkapkan kekecewaannya. Namun, kiper muda ini tetap bersyukur dengan hasil yang diraih meski hanya satu poin.
“Kami sedikit kecewa, tapi Alhamdulillah bisa mendapatkan satu poin. Kami sudah bekerja keras dan memiliki banyak peluang, tetapi memang hari ini belum bisa mencetak gol,” kata Andhika.
Di balik pertandingan yang sengit itu, pelatih kiper Persebaya Surabaya, Benny van Breukelen, tidak memusingkan persaingan antara dua kiper utamanya, Ernando Ari dan Andhika Ramadhani. Menurut Benny, siapapun yang bermain, kedua kiper memiliki kualitas yang baik.
“Saya tidak pernah pusing masalah kiper, siapa saja yang main,” ungkap Benny van Breukelen saat ditemui di Mixed Zone Stadion Gelora Bung Tomo.
Benny juga menegaskan dirinya selalu menuntut latihan yang keras dari para kiper. Hal ini dilakukan untuk menjaga performa mereka tetap prima di setiap pertandingan.
“Latihan keras itu penting, itu membuat mental mereka juga naik. Ernando baru saja kembali, dan Andhika sekarang tampil bagus,” jelasnya.
Dengan performa Andhika yang cukup apik selama ini, Benny yakin bahwa persaingan antara dua kiper utama ini sehat. Bahkan, dia tak ragu memuji clean sheet yang berhasil dijaga Andhika selama 17 pertandingan.
“Karena Andhika tidak kebobolan, jadi clean sheet-nya bertambah. Itu hasil kerja kerasnya,” kata Benny dengan bangga.
Selain itu, Andhika Ramadhani juga mengamini persaingan di antara dengan Ernando Ari ini tetap sehat dan profesional. Tidak ada tekanan untuk siapa yang lebih layak bermain karena semua keputusan diambil berdasarkan kondisi terbaik tim.
“Kami di tim ini tidak saling menjatuhkan. Siapapun yang bermain, itu yang memang layak bermain,” imbuh Andhika Ramadhani.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
