Persebaya Surabaya berhasil memimpin perolehan poin tim Liga 1 Indonesia 2024/2025 asal Jawa Timur. (Instagram @officialpersebaya)
JawaPos.com — Persaingan di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025 semakin memanas. Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan utama setelah berhasil meraih kemenangan dramatis melawan Persis Solo dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Persebaya Surabaya mengumpulkan total 13 poin, menyamai perolehan poin Borneo FC yang berada di puncak klasemen sementara.
Namun, fakta menarik justru datang dari rival abadi mereka, Arema FC. Meski terseok di papan tengah klasemen, Arema FC yang berhasil keluar sebagai juara Piala Presiden 2024 justru berada pada posisi yang kurang memuaskan. Dengan koleksi enam poin, Singo Edan (julukan Arema FC) tampak kesulitan untuk menunjukkan konsistensi performanya di awal musim ini. Ironisnya, Arema FC dan Persebaya Surabaya yang selalu menjadi rival sengit kini berada dalam situasi yang sangat kontras, meski dari satu sisi ada kesamaan yang menarik.
Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa secara teknis, perolehan poin Arema FC di klasemen sama dengan jumlah poin Persebaya Surabaya, tapi dengan perspektif yang sangat berbeda. Apakah ini sebuah kebetulan atau tanda bahwa Arema FC masih perlu lebih banyak pembenahan? Artikel ini akan membahas lebih lanjut fakta unik ini dan bagaimana persaingan antara dua tim asal Jawa Timur ini masih terus menjadi perhatian.
Laga terakhir Persebaya Surabaya melawan Persis Solo menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada pekan kelima Liga 1 Indonesia musim ini. Setelah sempat tertinggal lebih dulu oleh gol dari Karim Rossi di babak pertama, Persebaya Surabaya menunjukkan semangat juangnya di babak kedua. Malik Risaldi menjadi pahlawan Green Force dengan mencetak dua gol yang membawa timnya berbalik unggul 2-1. Kemenangan ini menjadi sangat penting bagi Persebaya Surabaya, yang sebelumnya sempat mengalami hasil kurang memuaskan di beberapa pertandingan awal musim ini.
Tambahan tiga poin ini membuat Persebaya Surabaya kini mengumpulkan total 13 poin dari lima pertandingan, menyamai perolehan poin pemuncak klasemen, Borneo FC Samarinda. Dengan posisi yang sangat kompetitif di papan atas, Persebaya Surabaya kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dan menjadi salah satu tim yang diwaspadai untuk perebutan gelar juara musim ini.
Sementara Persebaya Surabaya melesat ke papan atas, Arema FC justru tertahan di posisi ke-13 dengan perolehan enam poin. Hal ini mengejutkan banyak pengamat sepak bola, terutama setelah Arema FC meraih gelar juara Piala Presiden 2024. Ekspektasi tinggi yang melekat pada Singo Edan tampaknya belum bisa terwujud di Liga 1 musim ini. Dari lima pertandingan yang sudah dilalui, Arema FC hanya mampu meraih satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.
Namun, yang menarik adalah peringkat yang ditempati Arema FC sejauh ini ternyata sama dengan jumlah poin yang diraih oleh Persebaya Surabaya. Dalam lima laga, Arema FC bertengger di peringkat ke-13, sama dengan jumlah poin yang diraih Persebaya Surabaya yaitu 13 poin. Ini menjadi sebuah ironi tersendiri, mengingat rivalitas panjang antara kedua tim. Keduanya memang memiliki angka yang sama yaitu 13, namun dalam konteks yang berbeda: Arema FC terdampar di papan bawah, sedangkan Persebaya Surabaya nyaman di puncak papan atas.
Lebih lanjut, klasemen Liga 1 musim ini menunjukkan kebangkitan beberapa tim perserikatan di papan atas. Selain Persebaya Surabaya yang kini berada di peringkat kedua, tim-tim tradisional seperti PSM Makassar, Persib Bandung, dan Persija Jakarta juga menempati posisi lima besar. Kebangkitan tim-tim perserikatan ini menunjukkan bahwa mereka masih menjadi kekuatan utama di Liga 1 Indonesia, bersaing ketat dengan klub-klub lain yang juga punya ambisi besar.
PSM Makassar, misalnya, berada di peringkat ketiga dengan 10 poin, sementara Persib Bandung menyusul di peringkat keempat dengan 9 poin. Persija Jakarta juga tidak ketinggalan, menempati posisi kelima dengan 8 poin. Kompetisi di papan atas Liga 1 semakin seru dan ketat, dengan jarak poin yang sangat tipis antara satu tim dengan tim lainnya.
Situasi yang dihadapi Arema FC jelas menjadi alarm bagi tim kebanggaan Malang ini. Dengan materi pemain yang mumpuni dan pengalaman sebagai juara Piala Presiden, ekspektasi agar mereka tampil lebih baik di Liga 1 Indoensia tentu sangat tinggi. Namun, hingga pekan kelima, mereka belum mampu menunjukkan performa yang konsisten. Kekalahan dan hasil imbang yang mereka raih membuat Singo Edan harus puas tertahan di papan tengah.
Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Arema FC harus segera berbenah jika ingin kembali bersaing di papan atas. Dengan sisa pertandingan yang masih panjang, peluang untuk bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen masih terbuka lebar. Namun, mereka harus segera menemukan ritme permainan terbaiknya dan mengatasi masalah yang ada di lini pertahanan maupun serangan.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya kini memimpin perolehan poin di antara klub-klub asal Jawa Timur yang berkompetisi di Liga 1 musim ini. Dengan 13 poin yang sudah mereka kumpulkan, Persebaya Surabaya unggul atas Persik Kediri, Arema FC, dan Madura United. Persik Kediri saat ini menempati peringkat ketujuh dengan 8 poin, sementara Arema FC dan Madura United masing-masing berada di posisi ke-13 dan ke-17.
Ini menandakan bahwa Persebaya Surabaya berhasil bangkit lebih cepat dibanding rival-rivalnya dari Jawa Timur. Dengan tren positif yang mereka tunjukkan, peluang bagi Persebaya Surabaya untuk terus bertahan di papan atas sangat terbuka. Apalagi dengan performa impresif dari pemain seperti Malik Risaldi yang menjadi pahlawan dalam kemenangan melawan Persis Solo.
Meskipun demikian, perjalanan Liga 1 Indonesia musim ini masih panjang, dan banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Persebaya Surabaya maupun Arema FC. Kedua tim harus mampu menjaga konsistensi permainan mereka agar bisa bersaing di papan atas. Bagi Persebaya Surabaya, tantangan terbesar mungkin adalah mempertahankan performa mereka di tengah persaingan ketat dengan tim-tim besar lainnya. Sementara bagi Arema FC, tugas yang lebih berat adalah menemukan kembali performa terbaik mereka dan keluar dari tren negatif.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
