
Mohammed Rashid, bintang Persebaya Surabaya, berhasil curi satu poin dari kandang Korea Selatan bersama Timnas Palestina. (Instagram/@moerashid95)
JawaPos.com — Kejutan besar terjadi dalam laga pembuka Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Timnas Palestina sukses menahan imbang raksasa sepak bola Asia, Korea Selatan, dengan skor 0-0 di kandang lawan.
Hasil ini menjadi sorotan dunia sepak bola, mengingat Korea Selatan adalah salah satu tim terkuat di Asia, dengan 11 kali tampil di Piala Dunia, sementara Palestina baru pertama kali tampil di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia.
Salah satu tokoh yang berperan dalam hasil impresif ini adalah Mohammed Rashid, bintang Persebaya Surabaya. Meski hanya bermain sebagai pengganti, Mohammed Rashid mampu memberikan kontribusi penting di lapangan dalam menjaga keseimbangan timnya di sisa waktu pertandingan.
Mohammed Rashid, yang masuk pada menit ke-81 menggantikan Oday Kharoub, berhasil menunjukkan performa solid selama sembilan menit di lapangan, cukup untuk membantu Palestina mencuri satu poin penting di kandang lawan.
GRAFIS HEATMAP
Palestina datang ke Seoul tanpa banyak harapan, mengingat perbedaan kekuatan yang mencolok antara kedua tim. Korea Selatan, yang berada di ranking 14 FIFA, sangat diunggulkan untuk meraih kemenangan mudah atas Palestina, yang hanya menempati posisi ke-96 dunia.
Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Palestina tampil disiplin dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah, yang dipimpin oleh striker andalannya, Son Heung-min, kapten Tottenham Hotspur.
Korea Selatan menurunkan skuad penuh bintangnya, termasuk pemain Paris Saint-Germain, Lee Kang-in. Namun, pertahanan Palestina yang dipimpin oleh kiper Rami Hamadeh, mampu membendung semua serangan dari para pemain bintang Korea Selatan tersebut.
Beberapa kali Rami Hamada melakukan penyelamatan gemilang, terutama pada menit ke-74 saat menepis tendangan bebas Lee Kang-in yang mengarah ke sudut atas gawang.
Di babak pertama, Palestina sebenarnya hampir mencetak gol terlebih dahulu di menit ke-22. Namun, gol tersebut dianulir karena offside. Meski begitu, hasil ini tetap menjadi pencapaian luar biasa bagi Palestina, yang kini semakin diperhitungkan di kancah sepak bola Asia. Hasil imbang ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Korea Selatan di laga kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung di kandang sejak 2013.
Mohammed Rashid, gelandang bertahan Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025, mendapatkan kesempatan bermain di menit-menit akhir laga ketika pelatih Palestina, Makram Daboub, memutuskan untuk memasukkannya pada menit ke-81. Mohammed Rashid menggantikan Oday Kharoub, yang bermain dengan sangat baik sebagai pengatur permainan di lini tengah.
Meski hanya tampil sembilan menit, Mohammed Rashid mampu memberikan kontribusi penting. Berdasarkan catatan statistik, Mohammed Rashid melakukan 11 sentuhan bola selama di lapangan, dengan akurasi umpan mencapai 67 persen dari sembilan percobaannya. Dia juga mencoba satu tembakan yang sayangnya meleset dari sasaran. Dalam duel darat, Mohammed Rashid berhasil memenangkan satu dari dua kesempatan yang dia hadapi, serta melakukan satu dribel sukses.
Peran Mohammed Rashid dalam menjaga keseimbangan Timnas Palestina sangat krusial, terutama di sisa-sisa waktu pertandingan ketika Korea Selatan semakin gencar melakukan serangan untuk mencari gol kemenangan. Mohammed Rashid mampu beradaptasi dengan cepat di tengah tekanan besar dari tim tuan rumah, serta menjaga agar lini tengah Palestina tetap solid.
Meskipun dia kehilangan penguasaan bola tiga kali, Mohammed Rashid tetap menunjukkan determinasi tinggi dalam bertahan dan membantu Palestina mempertahankan hasil imbang yang sangat berharga ini.
Bagi Palestina, hasil imbang melawan Korea Selatan bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang perjuangan menghadapi tantangan global yang mereka hadapi. Tim Palestina harus menjalani laga kandang mereka di luar negeri karena situasi konflik di Gaza. Bahkan, liga lokal Palestina harus dihentikan, dan banyak pemain yang kini tanpa klub, termasuk beberapa yang tampil di laga ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022