Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 September 2024 | 18.01 WIB

Terbang Sendirian dari Batam Mengejar Mimpi, Daffa Fabregas Ikut Seleksi Persebaya Talent Audition Chapter II Program Milik Persebaya Surabaya

Abdillah Daffa Fabregas Prastiantho salah satu peserta yang terjauh mengikuti Persebaya Talent Audition Chapter II di Stadion R. Soedarsono, Pasuruan. (Persebaya) - Image

Abdillah Daffa Fabregas Prastiantho salah satu peserta yang terjauh mengikuti Persebaya Talent Audition Chapter II di Stadion R. Soedarsono, Pasuruan. (Persebaya)

JawaPos.com — Nama Abdillah Daffa Fabregas Prastiantho kini tengah menjadi perbincangan hangat. Bagaimana tidak, bocah berusia 12 tahun asal Batam ini dengan berani terbang sendirian ke Surabaya demi mengikuti Persebaya Talent Audition Chapter II. Sebuah langkah besar untuk anak seusianya yang ingin mewujudkan mimpi menjadi penjaga gawang profesional.

Fabregas, begitu ia akrab disapa, adalah penjaga gawang muda yang telah menorehkan berbagai prestasi di level junior. Keberaniannya untuk mengambil langkah besar ini patut diacungi jempol. Dalam usia yang masih belia, ia tidak hanya menunjukkan bakat luar biasa di lapangan, tetapi juga keberanian yang jarang dimiliki anak seusianya.

Dalam seleksi yang berlangsung di Stadion R. Soedarsono Pogar, Pasuruan, Fabregas tidak hanya menguji kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga mentalnya sebagai seorang pemain muda yang bertekad untuk sukses.

Keputusan Fabregas untuk mengikuti seleksi ini tidak muncul begitu saja. Semuanya berawal ketika ia mendapatkan informasi mengenai Persebaya Talent Audition Chapter II dari orang tuanya. Kesempatan ini tentu saja menjadi momen penting bagi Fabregas, yang langsung menunjukkan antusiasme tanpa berpikir panjang. Ia bahkan tidak ragu menerima tantangan untuk berangkat sendirian ke Surabaya, meskipun ia tahu bahwa hal itu berarti harus meninggalkan kenyamanan di rumah dan bertemu dengan lingkungan yang baru.

”Awalnya ibu memberi tahu kalau ada seleksi ini, tanpa berpikir panjang saya langsung mengiyakan. Tidak ada rasa takut, saya optimistis saja,” kata Fabregas dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Langkah berani Fabregas dimulai dari Batam menuju Surabaya. Orang tuanya memberikan dukungan penuh dengan membelikan tiket pesawat, namun dengan satu syarat: Fabregas harus berangkat sendiri. Tanpa ragu, ia mengiyakan tantangan tersebut. Dari Bandara Juanda, Fabregas kemudian langsung menuju rumah kerabat orang tuanya di Surabaya. Kerabat inilah yang kemudian mengantarkannya ke lokasi seleksi di Pasuruan, tempat Persebaya Talent Audition Chapter II digelar.

Perjalanan menuju Pasuruan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Fabregas. Bagi anak seusianya, keberanian untuk merantau sendirian di usia yang begitu muda tentu bukan hal yang mudah. Namun, hal itu menjadi bukti dari tekad kuatnya untuk mewujudkan mimpinya. Seperti halnya idolanya, Ernando Ari, Fabregas juga berani mengambil risiko besar demi masa depan yang gemilang di dunia sepak bola.

Ernando sendiri, yang kini menjadi kiper utama Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia, juga memulai perjalanan kariernya dengan merantau sendirian ke Surabaya pada usia 15 tahun dari kota asalnya, Semarang. Fabregas berharap bisa mengikuti jejak idolanya tersebut dan sukses seperti Ernando.

Perjalanan karier Fabregas di dunia sepak bola tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski masih berusia 12 tahun, Fabregas sudah memiliki pengalaman bertanding yang cukup banyak di berbagai turnamen sepak bola junior, khususnya di wilayah Batam dan sekitarnya. Salah satu turnamen yang pernah diikutinya adalah Piala Serumpun Tiga Negara di Malaysia, di mana ia tampil gemilang sebagai penjaga gawang. Selain itu, Fabregas juga meraih gelar juara di turnamen futsal Piala BP Batam. Pengalaman bertanding di level internasional dan domestik ini semakin mematangkan mental serta kemampuannya sebagai seorang penjaga gawang muda.

Sehari-harinya Fabregas rutin berlatih di Sekolah Sepak Bola Citramas, tempat ia mengasah kemampuan teknik dan fisiknya sebagai kiper. Di sana, ia terus berlatih keras untuk meningkatkan kualitasnya dan mempersiapkan diri agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Tak heran jika ia langsung tertarik ketika mendengar adanya seleksi Persebaya Talent Audition Chapter II, yang membuka kesempatan bagi talenta muda dari seluruh Indonesia untuk bergabung dengan salah satu klub terbesar di Tanah Air.

Seleksi yang diikuti Fabregas di Pasuruan ini tentu bukan sembarang seleksi. Persebaya Talent Audition merupakan ajang pencarian bakat yang digelar oleh Persebaya Surabaya untuk menemukan talenta muda yang potensial dan siap menjadi bagian dari masa depan Green Force. Seleksi ini diikuti oleh ratusan anak dari berbagai daerah, yang semuanya memiliki mimpi untuk bisa mengenakan seragam kebanggaan Persebaya Surabaya. Dalam ajang ini, setiap peserta harus menunjukkan kemampuan terbaiknya di depan tim pelatih dan pemandu bakat Persebaya Surabaya.

Bagi Fabregas, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa ia layak bersaing dengan talenta-talenta muda lainnya. Meski usianya masih sangat muda, ia tidak gentar menghadapi persaingan ketat dalam seleksi tersebut. Baginya, mimpi untuk menjadi penjaga gawang profesional adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dengan kerja keras dan ketekunan. Langkah beraninya untuk mengikuti seleksi ini adalah bukti nyata dari komitmennya dalam mengejar mimpi tersebut.

Dalam setiap sesi seleksi, Fabregas selalu berusaha memberikan yang terbaik. Ia tidak hanya fokus pada kemampuan teknis sebagai penjaga gawang, tetapi juga menunjukkan sikap disiplin dan semangat juang yang tinggi. Semua pengalaman yang telah ia dapatkan dari berbagai turnamen sebelumnya menjadi modal berharga baginya dalam menghadapi tantangan di Persebaya Talent Audition.

Perjalanan Fabregas menuju Persebaya Talent Audition Chapter II ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak anak muda lainnya. Dalam usia yang masih sangat muda, ia sudah menunjukkan tekad dan keberanian yang luar biasa. Tidak banyak anak 12 tahun yang berani merantau sendiri untuk mengejar mimpi seperti yang dilakukan Fabregas. Langkahnya ini membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk dikejar, selama ada kemauan dan kerja keras di baliknya.

Kini, semua mata tertuju pada Fabregas dan para talenta muda lainnya yang telah mengikuti seleksi ini. Apakah ia akan berhasil melangkah lebih jauh dan menjadi bagian dari masa depan Persebaya Surabaya? Tentu saja, perjalanan masih panjang, tetapi dengan semangat juang yang ia tunjukkan, mimpi Fabregas untuk mengikuti jejak idolanya, Ernando Ari, bukanlah hal yang mustahil.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore