Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Agustus 2024 | 18.28 WIB

Asisten Pelatih Timnas Indonesia Yeom Ki-hun Galau Berat, Penyerang Tim Garuda Melempem pada Pekan Pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025

Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Yeom Ki-hun, gusar karena penyerang Tim Garuda melempem pada pekan perdana Liga 1 2024/2025. (Instagram/@kihun_yeom_26) - Image

Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Yeom Ki-hun, gusar karena penyerang Tim Garuda melempem pada pekan perdana Liga 1 2024/2025. (Instagram/@kihun_yeom_26)

JawaPos.com — Pekan perdana Liga 1 Indonesia 2024/2025 membawa kesan mendalam bagi banyak pihak, termasuk bagi Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Yeom Ki-hun. Mantan penyerang Timnas Korea Selatan yang kini menjadi tangan kanan Shin Tae-yong ini langsung dihadapkan pada kenyataan pahit. Kondisi lini depan yang memble, terutama dari para striker Timnas Indonesia, membuatnya pusing tujuh keliling. Kekecewaan Yeom Ki-hun begitu terlihat ketika ia menyaksikan laga demi laga di pekan pertama Liga 1 yang berlangsung di berbagai stadion Tanah Air.

Sejak awal, Yeom Ki-hun dan staf pelatih Timnas Indonesia telah menaruh harapan besar pada pekan perdana Liga 1. Mereka ingin melihat bagaimana para pemain Timnas, terutama striker, menunjukkan ketajaman mereka di lapangan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Para penyerang berlabel Timnas Indonesia gagal menunjukkan tajinya, bahkan tak satu pun dari mereka yang berhasil mencetak gol di pekan perdana ini.

Dalam salah satu laga yang disaksikan langsung oleh Yeom Ki-hun, yaitu antara Semen Padang melawan Borneo FC di Stadion PTIK, Jakarta, ekspektasi tinggi kembali berujung kekecewaan. Meskipun Borneo FC berhasil menang dengan skor 3-1, penampilan striker lokal yang diharapkan untuk bersinar justru terlihat lesu. Gol-gol kemenangan Borneo FC datang dari kaki para pemain asing, yang lagi-lagi mendominasi papan skor.

Di tengah euforia kemenangan beberapa klub besar, seperti Persib Bandung yang menang 4-1 atas PSBS Biak dan Persija Jakarta yang mengalahkan Barito Putera, ada kegelisahan yang tak bisa disembunyikan oleh Yeom Ki-hun. David Da Silva dan Ciro Alves, duo penyerang Brasil milik Persib, menjadi pahlawan dengan gol-gol mereka. Begitu juga dengan Gustavo Almeida, striker asing Persija yang mencetak semua gol kemenangan timnya. Namun, di balik gemerlapnya aksi para pemain asing ini, ada keheningan yang menyelimuti para striker lokal.

Nama-nama seperti Dimas Drajad, Ramadhan Sananta, dan Hokky Caraka, yang seharusnya menjadi tumpuan harapan di Timnas Indonesia, tampak meredup. Dimas Drajad memang sedikit lebih baik dengan mencatatkan satu assist untuk gol pembuka Persib yang dicetak oleh David Da Silva. Namun, di luar itu, ketajaman yang diharapkan dari para striker ini belum terlihat.

Kondisi ini tentu membuat Yeom Ki-hun merasa cemas. Bagaimana tidak, waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri menuju ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia semakin menipis. Timnas Indonesia akan menghadapi lawan-lawan berat seperti Arab Saudi dan Australia pada September 2024 mendatang. Dengan penampilan lini depan yang seperti ini, tentu tugas Yeom Ki-hun dan Shin Tae-yong akan semakin berat.

Apalagi, situasi semakin rumit dengan absennya beberapa striker utama Timnas Indonesia akibat cedera. Malik Risaldi, misalnya, gagal tampil di pekan perdana Liga 1 karena cedera yang dideritanya pada laga pramusim melawan Persik Kediri. Cedera ini menambah panjang daftar masalah yang harus dihadapi oleh Yeom Ki-hun dan jajarannya dalam mempersiapkan tim yang kompetitif untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Lebih parah lagi, jumlah gol yang dicetak oleh pemain lokal di pekan pertama ini sangat minim. Hanya empat pemain lokal yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor, yaitu Beckham Putra, Bayu Otto, Rizky Eka, dan Stefano Lilipaly. Selebihnya, gol-gol yang tercipta berasal dari kaki-kaki para pemain asing. Hal ini tentu menjadi sinyal buruk bagi Timnas Indonesia, yang sangat mengandalkan kontribusi para pemain lokal, terutama striker, dalam upaya mereka untuk bersaing di kancah internasional.

Ketergantungan klub-klub Liga 1 terhadap pemain asing ini memang bukan fenomena baru, namun tetap menjadi tantangan besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Para pemain asing, dengan kualitas dan pengalaman yang mereka miliki, sering kali menjadi pembeda di lapangan. Namun, hal ini justru menjadi bumerang bagi para pemain lokal yang seharusnya mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka.

Yeom Ki-hun, yang sudah tidak asing lagi dengan dinamika sepak bola Asia, tentunya memahami betul tantangan ini. Sebagai seorang mantan pemain yang pernah merasakan kerasnya kompetisi di level internasional, ia tahu betapa pentingnya memiliki striker yang tajam dan mampu mencetak gol dalam situasi apapun. Namun, dengan performa para striker Timnas Indonesia yang jauh dari harapan di pekan pertama Liga 1, ia harus segera mencari solusi untuk memperbaiki kondisi ini.

Waktu yang tersisa memang sangat terbatas, namun Yeom Ki-hun dan Shin Tae-yong harus mampu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk meningkatkan performa para striker Timnas. Tidak hanya dari sisi teknik dan taktik, tetapi juga dari sisi mental dan motivasi. Para striker ini harus diberi kepercayaan diri yang tinggi untuk bisa tampil maksimal di setiap pertandingan.

Selain itu, kolaborasi antara klub dan Timnas juga menjadi faktor krusial dalam upaya meningkatkan performa para pemain lokal. Klub-klub Liga 1 harus memberikan lebih banyak kesempatan bagi para pemain lokal, terutama striker, untuk bermain dan mengasah kemampuan mereka di lapangan. Tanpa dukungan penuh dari klub, upaya yang dilakukan oleh tim pelatih Timnas Indonesia akan sulit membuahkan hasil yang maksimal.

Meski pekan perdana Liga 1 2024/2025 memberikan banyak catatan negatif, Yeom Ki-hun tentu tidak akan menyerah begitu saja. Sebagai seorang pelatih yang memiliki pengalaman luas, ia pasti akan terus berusaha mencari cara untuk meningkatkan performa para striker Timnas Indonesia. Tantangan ini memang tidak mudah, namun dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, bukan tidak mungkin para striker Timnas Indonesia akan kembali menunjukkan ketajaman mereka di laga-laga berikutnya.

Pada akhirnya, perjalanan Timnas Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026 masih panjang. Masih banyak waktu bagi Yeom Ki-hun dan Shin Tae-yong untuk mempersiapkan tim yang solid dan kompetitif. Namun, untuk mencapai itu, mereka harus segera mengatasi masalah yang ada dan memastikan para striker Timnas Indonesia mampu tampil maksimal di setiap kesempatan.

Pekan perdana Liga 1 ini mungkin menjadi awal yang berat bagi Yeom Ki-hun, namun di balik kekecewaan yang dirasakannya, ada harapan besar untuk melihat kebangkitan para striker Timnas Indonesia. Dengan dukungan yang tepat dan kerja keras yang tiada henti, bukan tidak mungkin harapan tersebut akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat. Timnas Indonesia membutuhkan para striker ini untuk bisa bersaing di level tertinggi, dan Yeom Ki-hun akan terus bekerja keras untuk mewujudkan hal itu.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore