
GAGAL KE FINAL: Borneo FC yang di awal kompetisi mendukung format Championship Series malah gagal ke final meskipun puncaki klasemen akhir Liga 1. (Borneo FC)
JawaPos.com — Borneo FC harus menelan pil pahit setelah gagal melangkah ke babak final Championship Series BRI Liga 1 2023/2024. Tim yang dikenal dengan julukan Pesut Etam ini harus mengakui keunggulan Madura United dalam semifinal dengan agregat skor 2-4.
Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi Borneo FC, terutama mengingat mereka adalah salah satu pendukung awal dari format Championship Series yang digunakan musim ini.
Di awal kompetisi, Borneo FC menyatakan dukungan mereka terhadap format Championship Series dibandingkan format lama yang menentukan juara berdasarkan poin tertinggi di akhir musim reguler. Tim asal Kalimantan Timur ini melihat format baru sebagai peluang besar untuk meraih gelar juara, mengingat mereka sering kali kesulitan untuk meraih posisi puncak di klasemen akhir.
Presiden Borneo FC, Nabil Husein, menyebut bahwa format Championship Series memiliki kelebihan dan kekurangan. "Playoff (Championship Series) saya pikir ada plus-minus karena ada tim yang ambisi mau juara reguler," kata Nabil kepada wartawan. "Tapi, ini menguntungkan sehingga kami bisa mencoba untuk mendapatkan peluang itu (juara Liga 1)," tambahnya.
Nabil dan tim manajemen melihat bahwa dengan format ini, Borneo FC memiliki kesempatan lebih besar untuk bersaing di tingkat tertinggi.
Dalam sejarah Liga 1, Borneo FC memang lebih sering berada di papan tengah klasemen dalam empat musim awal. Pencapaian terbaik mereka baru tercapai musim lalu ketika mereka mengakhiri kompetisi di peringkat keempat Liga 1 2022/2023.
Dengan pencapaian ini, Borneo FC kerap kali bermimpi untuk menjadi yang terbaik di Indonesia. Musim ini, mereka tak ragu mengusung target juara Liga 1 dengan semangat dan tekad yang tinggi.
"Target bagaimanapun juga kami akan berusaha untuk juara. Buat kami, ini tahun luar biasa karena semua tim tidak bisa ditebak. Jadi, harus tetap fokus target, harus menang di semua partai karena bagai final," ucap Nabil Husein penuh optimisme di awal musim.
Namun, perjalanan mereka di Championship Series tidak berjalan mulus. Pada pertandingan leg pertama semifinal melawan Madura United yang berlangsung di kandang Borneo FC, Stadion Segiri Samarinda, Pesut Etam menyerah dengan kekalahan tipis 0-1. Kekalahan ini tentu menjadi beban berat ketika mereka harus melakoni leg kedua di markas sendiri, Stadion Batakan.
Di leg kedua, Borneo FC tampil dengan semangat tinggi untuk membalikkan keadaan. Namun, Madura United menunjukkan performa yang solid dan efisien. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Madura United, yang berarti Borneo FC kalah agregat dengan skor 2-4. Kekalahan ini menutup peluang Borneo FC untuk melaju ke final dan meraih gelar juara Liga 1 musim ini.
Kekecewaan mendalam tentu dirasakan oleh seluruh elemen Borneo FC, mulai dari pemain, pelatih, hingga suporter setia mereka. Musim yang penuh harapan dan mimpi besar harus berakhir dengan kegagalan di babak semifinal.
Namun, perjalanan mereka tidak sepenuhnya sia-sia. Borneo FC telah menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang mampu bersaing di level tertinggi dan layak mendapatkan tempat di antara tim-tim terbaik di Indonesia.
Dengan format Championship Series yang baru, penentuan juara Liga 1 musim 2023/2024 memang berbeda dari biasanya. Tim yang mengakhiri kompetisi di puncak klasemen reguler belum tentu menjadi juara, karena perebutan gelar masih akan ditentukan melalui babak Championship Series yang melibatkan tim-tim empat besar. Totalnya ada delapan pertandingan di babak itu yang akan menentukan klub mana yang menjadi yang terbaik.
Meskipun format ini memberikan peluang lebih besar bagi tim seperti Borneo FC yang mungkin kesulitan meraih posisi puncak di klasemen reguler, tantangan besar tetap ada. Tim-tim harus menunjukkan konsistensi dan performa terbaik di setiap pertandingan, karena setiap laga dalam Championship Series bisa menjadi penentu nasib mereka.
Borneo FC yang mendukung penuh format ini tentu merasakan betapa beratnya kompetisi di babak Championship Series. Kegagalan mereka melaju ke final menjadi pelajaran berharga bahwa dalam sepak bola, dukungan terhadap format kompetisi harus diiringi dengan persiapan dan performa yang maksimal di lapangan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
