Abdul Kirom (nomor 17) memegang piala saat masih membela Persebaya Surabaya.
Persebaya selalu melahirkan pemain muda dengan talenta luar bisa. Setelah Marselo Ferdinan, kini ada Toni Firmansyah. Namun puluhan tahun sebelumnya ada Abdul Kirom. Sayang, dia layu sebelum benar-benar menjadi bintang.
Sidiq Prasetyo, Surabaya
POSTURNYA tidak terlalu tinggi. Bahkan ketika masih di lapangan, Abdul Kirom hanya dipandang sebelah mata karena tingginya tak kurang 160 sentimeter.
Beda dengan rekan-rekannya yang mempunyai postur 170-an sentimeter lebih. Namun Kirom, sapaan karibnya, menutupi dengan kelebihan skill dan kelincahannya mengolah bola.
"Saya masuk Persebaya dari junior. Empat tahun lamanya saya membela Persebaya Junior," ungkapnya.
Setelah itu, Kirom dipromosikan masuk ke Persebaya Senior di musim 1996/1997. Seangkatan dengan dia, kenang Kirom, adalah Uston Nawawi yang sekarang menjadi asisten pelatih Persebaya di Liga 1 2023/2024.
Di antara deretan bintang Green Force, julukan Persebaya, Kirom beberapa kali diberi kesempatan turun ke lapangan. Di musim perdana, lelaki yang dulu juga dijuluki Ciblek itu ikut membawa Persebaya juara Divisi Utama.
Sayang, usai membawa juara, Kirom meninggalkan Persebaya. Dia mengaku sangat kecewa dengan kejadian itu.
"Sebenarnya pelatih masih Rusdi (Bahalwan, almarhum). Saya gak dipakai lagi karena yang menentukan pemain bukan almarhum," ujar Kirom.
Hanya, dia tak mau itu dibahas lagi. Bahkan dengan bijak, bapak dua anak itu mendoakan sosok yang mendepaknya dengan baik.
"Saya kemudian disuruh Abdul Kadir (mantan pemain Persebaya dan Timnas Indonesia) untuk ke Arseto Solo. Saya ada di tim saat Arseto bubar 1998," tutur Kirom.
Di Arseto, dia berkumpul dengan pemain pemain papan atas Indonesia seperti I Komang Putra, Bonggo Pribadi, Agung Setyabudi,dan Ali Sunan. Ada juga, lanjutnya, Benny Van Breukelen yang kini menjadi pelatih kiper Persebaya.
"Saya kemudian ke Persijatim dan 2003 kembali ke Persebaya saat bermain di Divisi I (sekarang Liga 2). Saya ikut membawa Persebaya kembali ke Divisi Utama," terang Kirom.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
