Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Maret 2024 | 17.49 WIB

Jelang Persebaya vs Arema: Singo Edan Dapat 11 Penalti, Pemain Green Force Harus Hati-Hati

Pemain Persebaya M. Iqbal dan Aditya Arya Nugraha saat sesi latihan. - Image

Pemain Persebaya M. Iqbal dan Aditya Arya Nugraha saat sesi latihan.

JawaPos.com – Pertandingan Persebaya melawan Arema FC pada 27 Maret sarat gengsi. Kedua kesebelasan dikenal selalu menyajikan pertandingan panas di setiap musim. Di putaran I 2023/2024, tanggal 23 September 2023 di kandang Persebaya, Stadion Gelora Bung Tomo, tuan rumah memetik kemenangan 3-1. Tiga gol Green Force, julukan Persebaya, dihasilkan Bruno Moreira menit 27, Dusan Stevanovic (45’+5’), dan Ze Valente (50’). Arema memperkecil ketinggalan melalui Dedik Setiawan di menit ke-65.

Di pertemuan kedua ini, hasil putaran I tidak bisa menjadi patokan. Beberapa perubahan telah terjadi di kedua tim. Di Persebaya, posisi pelatih sudah tak di tangan Josep Gamboa dan tidak ada lagi sang playmaker asal Portugal Ze Valente yang dipinjamkan ke Persik Kediri. Begitu juga dengan Arema. Mereka sudah tak lagi dilatih ayah Ze, Fernando Valente, yang diberhentikan dan juga mantan gelandang Tim Nasional Indonesia Evan Dimas yang dipinjamkan ke PSIS Semarang.

Kehadiran Widodo Cahyono Putro memberikan perubahan. Arema yang tak pernah dalam beberapa pertandingan langsung dibawa empat kali tak terkalahkan yakni mengalahkan RANS Nusantara 3-2 (22/2), Persija Jakarta 3-2 (26/2), dan Persikabo 1-0 (1/3).

Setelah itu Arema ditahan imbang 0-0 Bhayangkara FC (6/3) dan kalah 3-4 dari Persita Tangerang (3/3). Kekalahan melawan Pendekar Cisadane, julukan Persita, di laga away cukup menyakitkan. Bagaimana tidak, Arema sempat unggul lebih dulu 2-0 dan 3-2.

Hasil itu pun membuat membawa Arema kembali ke zona degradasi yakni di peringkat 16 dengan koleksi 31 angka dari 29 kali pertandingan. Dengan rincian 8 kali menang, 7 kali draw, serta 14 kali kalah. Pertandingan melawan Persebaya dan empat pertandingan sisa harus sapu bersih kemenangan. Artinya, Persebaya harus ekstrawaspada dengan situasi seperti itu.

Yang bisa lebih membuat Persebaya waswas dalam pertandingan melawan Arema adalah catatan penalti yang didapat lawan. Selama satu musim ini, Arema mendapatkan 11 tendangan penalti dan semuanya berbuah gol.

Dari 11 gol dari titik putih itu, 7 di antaranya eksekusi oleh Gustavo, pemain yang di putaran II dipinjamkan ke Persija Jakarta. Kemudian 3 gol dari tendangan Dedik Setiawan (3 gol), dan Gilbert Alvarez (1 gol). Jumlah mendapat tendangan penalti bagi Arema itu tertinggi. Baru diikuti Bali United dengan 6 tendangan penalti, Barito Putera (4 tendangan penalti).

''Pemain Persebaya harus ekstrahati-hati kepada pemain Arema. Mereka disenggol dikit saja jatuh dan penalty,’’ kata Iwan Ruchmantoro Rachmadi, pengamat sepak bola yang juga menjadi salah satu anggota Bonek Writers Forum, kumpulan penulis yang khusus memberikan perhatian kepada Persebaya.

Dia pun mengakui bukan tugas mudah bagi pasukan Paul Munster mengalahkan Singo Edan. Lini depan, ulasnya, menjadi persoalan.

''Siapa pun pelatihnya kalau depannya Wildan dan Hendrique bakal sulit bikin gol. Mereka angina-anginan mainnya,’’ ungkap Irwan.

Asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi berharap timnya tidak kena penalti. Dia berharap mereka yang dipercaya turun tampil fight. Selain itu, dalam latihan kiper tidak dilatih khusus menghadapi penalty. ''No one goalkeeper ready about penalty,’’ tulis Uston dalam bahasa Inggris. (*)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore