Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Februari 2024 | 22.19 WIB

Tragedi Memilukan, Mengenang Kepergian Eri Irianto dan Duka Persebaya Surabaya

Eri Irianto akan selalu dikenang sebagai pemilik tendangan geledek yang jadi legenda Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia. (Jawa Pos) - Image

Eri Irianto akan selalu dikenang sebagai pemilik tendangan geledek yang jadi legenda Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia. (Jawa Pos)

JawaPos.com — Pada 3 April, sebuah tanggal yang terpatri dalam ingatan para penggemar Persebaya Surabaya sebagai hari kelam dalam sejarah klub. Sekitar 24 tahun lalu, gelandang andalan mereka, Eri Irianto, meninggal tragis di tengah pertandingan melawan PSIM Yogyakarta.

Insiden tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan klub, tetapi juga mengingatkan kita akan risiko yang selalu mengintai di dunia sepak bola.

Eri Irianto adalah sosok yang tengah menikmati masa emasnya sebagai pemain profesional. Dengan usia yang masih muda, 26 tahun, dia telah menjadi salah satu andalan Persebaya Surabaya di tengah persaingan sengit Liga Indonesia 1999/2000 atau Ligina VI. Namun, takdir berkata lain saat Persebaya bertanding melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Tambaksari, Surabaya, pada 3 April 2000.

Pertandingan berjalan sebagaimana biasanya, tetapi pada suatu momen, terjadi benturan fatal antara Eri Irianto dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga. Benturan itu mengakibatkan Eri Irianto tak sadarkan diri. Meskipun segera dilarikan ke RSUD DR Soetomo untuk mendapatkan perawatan medis, Eri Irianto akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. Insiden ini menyisakan luka yang mendalam bagi Persebaya Surabaya dan seluruh komunitas sepak bola Indonesia.

Eri Irianto bukanlah satu-satunya korban insiden tragis di lapangan sepak bola Indonesia. Ada juga empat pemain lain dari Liga Indonesia yang harus meregang nyawa karena kecelakaan serupa. Dari Jumadi Abdi dari PKT Bontang hingga Choirul Huda dari Persela, mereka semua adalah pahlawan yang meninggalkan jejak yang tak terlupakan di dunia sepak bola Indonesia.

Dalam momen-momen seperti ini, kita diingatkan akan risiko yang selalu mengintai para pemain sepak bola, bahkan di tengah lapangan yang seharusnya menjadi tempat untuk mengejar impian dan kegembiraan. Kita semua berharap bahwa tindakan pengamanan dan perawatan medis di lapangan terus ditingkatkan untuk mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan.

Namun, di balik kesedihan dan duka yang mendalam, kita juga diingatkan akan keberanian dan semangat juang para pemain sepak bola yang rela mengorbankan segalanya untuk klub dan negara mereka. Mereka adalah pahlawan yang pantas dihormati dan dikenang selamanya.

Tahun ini, jelang 24 tahun setelah kepergian Eri Irianto, Persebaya Surabaya dan seluruh komunitas sepak bola Indonesia masih merasakan kehilangan yang besar. Namun, semangat dan kenangan akan terus hidup dalam hati kita, sebagai pengingat akan harga yang harus dibayar dalam mengejar mimpi. Semoga Eri Irianto dan semua pemain yang telah pergi mendapatkan tempat yang layak di surga, dan semoga kita semua bisa belajar dari tragedi ini untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih aman dan lebih baik di masa depan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore