
AYO PATAHKAN REKOR: Pemain Persebaya Surabaya diharapkan bisa mengakhiri rekor buruk mereka dalam mencetak gol di Liga 1 Indonesia 2023/2024. (Persebaya)
JawaPos.com – Pekan ke-23 Liga 1 Indonesia musim 2023/2024 menandai catatan buruk Persebaya Surabaya dalam hal produktivitas gol. Dengan hanya 24 gol tercipta sejauh ini, tim ini menunjukkan penurunan signifikan dibanding musim-musim sebelumnya.
Musim Gol
2023/2024 24 (masih pekan ke-23)
2022/2023 52
2021/2022 56
2018/2019 57
Musim 2022/2023, Persebaya Surabaya berhasil mencatatkan 57 gol, menunjukkan keunggulan dan ketajaman di lapangan. Namun, tren itu tampaknya telah berbalik arah pada musim ini, yang menjadi sorotan khusus setelah hasil imbang 1-1 dalam laga perdana di bawah arahan pelatih kepala baru, Paul Munster.
Meski Paul Munster mengklaim bahwa timnya memperlihatkan peningkatan dalam hal permainan, serangannya belum mampu menciptakan efisiensi yang diharapkan. Dengan begitu banyak peluang gol yang gagal dikonversi menjadi gol, Persebaya Surabaya mendapati diri mereka terjebak dalam kebuntuan produktivitas.
"Saya tentu saja tidak suka hasil seri, namun itulah yang terjadi di lapangan," ujar Paul Munster setelah pertandingan. "Namun, juga harus dilihat bahwa anak-anak sebenarnya bermain bagus, menciptakan begitu banyak peluang gol, itu yang harus kami perbaiki di laga berikutnya, agar tercipta lebih banyak gol," lanjutnya.
Paul Munster menekankan bahwa pemainnya perlu menjadi lebih "kejam" di daerah pertahanan lawan. Meskipun terdapat momen-momen bagus untuk mencetak gol, kekurangan klinisitas dalam memanfaatkan peluang menjadi kendala utama bagi Green Force. Kegagalan dalam mengkonversi peluang-peluang ini tampaknya menjadi penyebab utama dari rendahnya jumlah gol yang tercipta musim ini.
Pertandingan perdana di bawah arahan Paul Munster memberikan gambaran yang jelas tentang level pemain Persebaya Surabaya. Peluang mencetak gol yang tidak termanfaatkan dengan baik menjadi sorotan, termasuk dua peluang emas yang gagal dieksekusi dengan baik oleh pemain.
Sementara satu-satunya gol Persebaya Surabaya dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Andre Oktaviansyah, dan momen-momen krusial lainnya malah berakhir dengan kegagalan.
Satu di antaranya adalah ketika tembakan jarak dekat Paulo Henrique berhasil diblok kiper PSIS. Begitu juga dengan tembakan jarak dekat M. Hidayat dan Robson Duarte, yang tidak mampu menggetarkan jala lawan. Bahkan, usaha Bruno Moreira dengan tembakan melengkung yang tak terjangkau kiper masih dapat digagalkan oleh Alfredo Dewangga.
Peluang lain yang terlewatkan terjadi ketika penyerang Persebaya Surabaya seharusnya memberikan bola kepada rekan yang lebih bebas di dalam kotak penalti lawan, namun tetap memilih untuk menembak meski posisinya kurang ideal. Paul Munster menegaskan bahwa perbaikan dalam memanfaatkan peluang ini menjadi fokus utama untuk pertandingan berikutnya.
"Kami perlu memperbaiki hal ini untuk pertandingan berikutnya. Yang perlu dicatat juga, anak-anak sudah menunjukkan mentalitas yang kuat, berjuang dengan intensitas tinggi sampai akhir pertandingan," ungkap Paul Munster.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022