
Bonek menyalakan flare di akhir pertandingan usai Persebaya diimbangi Persis Solo 1-1 di Stadion GBT Surabaya, Rabu malam (13/12). (FOTO: Andy Satria/Radar Surabaya)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya didenda Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sebesar Rp 220 juta. Sanksi itu menyusul insiden penyalaan flare yang dilakukan oleh Bonek saat melawan Persis Solo pada 13 Desember 2023.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo itu berakhir dengan skor 1-1, di mana Green Force awalnya unggul melalui gol Paulo Henrique.
Namun, kekecewaan menyelimuti Bonek di babak kedua ketika Laskar Sambernyawa berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi mantan pemain Persebaya, Sho Yamamoto.
Akhir pertandingan menjadi momen pahit, di mana Bonek menyalakan flare sebagai ungkapan kekecewaan terhadap performa tim kesayangan mereka, yang telah menelan sembilan laga tanpa kemenangan.
Pro-Kontra Aksi Flare
Sebagian besar suporter yang berada di dalam keluarga besar Green Nord menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk protes. Bukan hanya atas kekecewaan mereka terhadap absennya kemenangan Persebaya Surabaya dalam 9 laga beruntun, namun juga karena pola komunikasi yang dirasa sangat kurang dari pihak manajemen Persebaya Surabaya.
Kritik-kritik yang dilayangkan oleh Green Nord tidak ditampung dengan baik oleh manajemen, sehingga pola komunikasi tertutup tembok tebal dan tidak tersampainya pesan dengan baik.
Di sisi lain, suporter Persebaya Surabaya lainnya mengkritik habis-habisan aksi Green Nord yang menyalakan flare pasca pertandingan yang berakhir seri tersebut.
Mereka merasa aksi yang dilakukan terlalu berlebihan dan menyebabkan Persebaya Surabaya terkena denda Komdis PSSI sebesar 220 juta, angka yang cukup fantastis untuk pelanggaran yang baru terjadi sekali bagi Persebaya Surabaya musim ini.
Dilansir dari instagram @persebayafans.27 beberapa komentar kontra dilontarkan oleh sebagian suporter.
“Kyk bocah cilik ae kalah ngamok, belajar dewasa dikit 18 tim liga 1 yang pgn juara bukan cuma persebaya egois banget,” ujar @giovanderberlinn.
“Ben dibayar ambek sing murup2 tribun liyane anteng kok isok,” ungkap @jinseid_19.
“Mending duwik e gae belonjo pemain seng genah. Ayo management dan suporter berbenah rek Eman Eman duwite gae wong PSSI tambah subur,” harap @triwibis.
“Gak tau menang, penonton minim, kenek dendo wes jangkep 2023 jur jur-an!” terang @wildanabi14.
“Kok pakai gituan segala... Persebaya sampai kena denda,” jelas @aahmadbaiquni.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
