Pesepak bola Dewa United Ady Setiawan (kanan) berebut bola dengan Persebaya Surabaya Arief Catur pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Indomilk Arena , Tangerang, Banten, Sabtu (30/9/2023).
JawaPos.com – Josep Gombau Balague hampir saja bisa memberikan kemenangan tandang perdana untuk Persebaya Surabaya. Peluang itu terbuka setelah Green Force –julukan Persebaya– sudah unggul lebih dulu pada menit ke-17 atas Dewa United di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, kemarin. Gol itu diciptakan Ripal Wahyudi.
Dalam laga tersebut, Persebaya bermain lepas. Permainannya terlihat cair. Namun, situasi berubah setelah Persebaya bermain dengan sepuluh pemain pada menit ke-38. Tepatnya setelah Arief Catur Pamungkas melakukan pelanggaran keras terhadap Ady Setiawan.
’’Kami memulai pertandingan ini dengan sangat baik. Kami mendominasi pertandingan dan mencetak gol lebih dulu. Tapi, semua berubah saat kami mendapatkan kartu merah,’’ sesal Gombau setelah pertandingan.
Pelatih berkebangsaan Spanyol itu langsung memutar otak saat harus bertanding dengan sepuluh pemain sejak menit ke-38. Kalah jumlah pemain, lini pertahanan Persebaya akhirnya bisa dibobol Majed Osman Sobhi (45+5’). ’’Kalau tidak ada kartu merah, hasil pertandingan akan berbeda. Saya yakin kami bisa menang,’’ ungkap pelatih 47 tahun tersebut.
Meski demikian, Gombau tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Termasuk Catur. Menurut mantan pelatih Odisha FC (India) itu, saat Catur melakukan pelanggaran keras terhadap Ady, situasi bola sedang fifty-fifty. Gombau menilai Catur sama sekali tidak sengaja, apalagi berniat mencederai Ady. ’’Catur mau merebut bola. Tapi, terjadi benturan,’’ jelasnya.
Gombau ingin pelanggaran keras tersebut menjadi pelajaran mahal bagi Catur. Sebab, itu menjadi kartu merah kedua Catur musim ini. Sebelumnya, Catur mendapatkan kartu merah saat Green Force bertanding melawan Persija Jakarta (30/7). ’’Itu harus menjadi pembelajaran bagi Catur supaya tidak terulang lagi. Dia masih muda. Masih butuh proses,’’ tuturnya.
Terlepas dari itu, Gombau cukup puas dengan hasil imbang kemarin. Tapi, dia akan berusaha membuat permainan tim menjadi lebih baik. Setelah ini, dia menggenjot kualitas lini depan Persebaya. Apalagi, dia tahu Paulo Victor sudah lama tidak mencetak gol. Musim ini, striker asal Brasil itu baru mengemas satu gol. Satu-satunya gol itu dicetak ke gawang RANS Nusantara FC (23/7).
Gombau mengungkapkan, dirinya memang tidak mau bergantung kepada satu atau dua pemain. Menurutnya, yang terpenting tim bisa memenangkan pertandingan. ’’Tapi, saya akan coba terus meningkatkan kemampuannya dalam latihan maupun pertandingan,’’ terang Gombau.
Sementara itu, pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink sangat kecewa timnya tidak bisa mengalahkan Persebaya yang bermain dengan sepuluh pemain. Menurut pelatih berpaspor Belanda itu, kelemahan timnya saat ini adalah sangat sulit menciptakan peluang dan menuntaskannya menjadi gol.
’’Kami mendominasi penguasaan bola. Tapi, dari second line, tidak ada orang yang bisa menendang langsung ke gawang. Kami harus segera mencari solusi,’’ tegas mantan pelatih Galatasaray tersebut.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
