Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 18.59 WIB

Jacksen F. Tiago, Antusias dan Sangat Menikmati Pembinaan Usia Dini  

Jacksen F. Tiago masih tetap berada di Persis Solo menangangi akademi.

JawaPos.com - Jacksen F. Tiago masih tetap berada di Persis Solo meski sudah tidak lagi menangani tim senior. Pria asal Brasil tersebut kini dipercaya sebagai direktur teknik tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu. Secara teknis, Jacksen lebih banyak mengurus akademi Persis.

Persis Solo sama sekali tidak khawatir saat Liga 1 musim 2023–2024 menerapkan regulasi pemain U-23 dalam starting line-up. Sebab, Laskar Sambernyawa memiliki ’’pabrik’’ pemain muda. Beberapa nama berbakat hasil dari produk ’’pabrik’’ Persis antara lain Hugo Samir, Rifqi Ray, Althaf Indie, Muhammad Faqih, hingga Zanadin Fariz.

Munculnya para talenta muda berbakat itu tidak terlepas dari tangan dingin Jacksen. Sejak datang ke Persis musim 2021, Jacksen ingin ada 4–5 pemain muda yang dipromosikan ke tim senior setiap tahun.

’’Para pemain muda berlatih rutin dengan tim senior sambil dilihat perkembangannya. Kalau ada potensi, maka dipertahankan. Kalau tidak, kami kembalikan. Lalu, kami mencoba pemain lain,’’ ujar mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut.

Kini, Jacksen sudah tidak lagi menjabat pelatih kepala tim Laskar Sambernyawa. Dia saat ini menempati kursi direktur teknik Persis. Posisi yang membuat Jacksen merasa lebih leluasa dalam mencetak bibit-bibit muda berbakat.

Mantan pelatih Barito Putera itu mengungkapkan, secara tantangan, menangani tim senior lebih menantang. Sebab, tim senior bermuara pada prestasi. ’’Tapi, kalau di usia muda, saya berhubungan sama orang-orang yang punya cita-cita. Mereka tinggal diarahkan ke jalan menuju sukses. Nah, jalan itu sudah pernah saya lalui sehingga saya tahu bagaimana rintangannya,’’ ungkap Jacksen.

Mantan pelatih Persipura Jayapura itu menyebutkan, yang dibutuhkan setiap pemain muda adalah pengalaman bertanding. ’’Dulu, saya menjadi pelatih Persebaya masih sangat muda. Belum punya pengalaman. Tapi, saya bisa sukses seperti sekarang. Karena itu, saya selalu bilang bahwa orang tidak punya pengalaman karena tidak diberi kesempatan. Makanya, saya selalu memberikan kesempatan kepada anak-anak muda,’’ bebernya pria penyuka rawon itu.

Untuk menciptakan pemain muda yang layak mendapatkan jam terbang, Jacksen menyusun sebuah kurikulum di akademi Persis. Dalam menciptakan kurikulum itu, pelatih 55 tahun tersebut banyak mengambil referensi dari berbagai klub besar dunia. Dari Eropa hingga Amerika Latin.

’’Tugas pertama yang diberikan Mas Kaesang waktu itu adalah meminta saya membuat kurikulum akademi. Itu jadi sebuah patokan. Jadi, di akademi, semua materi pelatih saya yang buat. Mulai dari Persis Women, U-14, U-16, U-18, dan U-20. Para pelatih memberikan program latihan yang seragam sesuai konsep kami,’’ ungkap mantan pelatih Penang FC tersebut.

Pria yang pernah menukangi Persitara Jakarta Utara itu sangat menikmati perannya tersebut. Bagi Jacksen, ini adalah kali pertama dalam kariernya menangani akademi sepak bola. Karena menjadi pengalaman pertama, ada banyak hal baru yang diketahui setelah menangani akademi Persis.

’’Sekarang saya jadi tahu menyusun RAB dan mengurus BPJS,’’ ucapnya, kemudian tertawa. ’’Ini semua akan sangat berguna bagi perjalanan saya ke depan,’’ lanjutnya.

Meski baru kali pertama menangani akademi sepak bola, Jacksen sudah sejak lama dikenal sebagai pelatih yang senang mengorbitkan pemain-pemain muda. Beberapa pemain di Liga Indonesia bisa menembus level senior setelah dipegang Jacksen. Di antaranya, Taufiq, Slamet Nurcahyono, Yakob Sayuri, hingga Gavin Kwan. ’’Saya hampir selalu mengorbitkan pemain muda di tim yang saya latih,’’ jelasnya.

Jacksen menilai, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus melahirkan bibit-bibit muda berbakat. Sebab, saat ini Indonesia sudah memiliki wadah bagi anak-anak U-16, U-18, dan U-20 untuk berkompetisi. Tahun lalu bahkan ada kompetisi U-14.

’’Sekarang kita sudah bisa tahu nama pemain di usia 16 tahun. Dulu mana tahu. Wadah itu saat ini memang belum seperti di luar negeri. Jadi, perlu terus dikembangkan biar hasilnya optimal,’’ tegasnya.

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore