Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Oktober 2022 | 06.18 WIB

Bonek Asal Tulungagung Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan

Bonek di makam Faiz. Bonek Kampus for JawaPos - Image

Bonek di makam Faiz. Bonek Kampus for JawaPos

JawaPos.com–Tragedi Kanjuruhan tidak hanya merenggut nyawa suporter Arema. Ada juga pendukung Persebaya yang menjadi korban.

Dia adalah Faiz Al Fikry, Bonek asal Ngunut, Tulungagung. Faiz, sapaannya, diduga meninggal dunia akibat kekurangan oksigen. Faiz juga sempat terkena gas air mata.

Kepergian Faiz membuat Bonek asal Surabaya dari kelompok Bonek Kampus hadir ke kediamannya. Salah satu perwakilan, Hendrik Wahyu, bercerita bahwa Faiz sempat sakit.

Ayah Faiz pun melarangnya berangkat untuk menonton pertandingan BRI Liga 1 antara Persebaya vs Arema itu. ”Korban sebelum berangkat sakit, enggak enak badan. Terus ayahnya tidak memperbolehkan berangkat dulu,” kata Hendrik, Selasa (11/10).

Supaya Faiz tak berangkat, ayahnya pun mengosongkan tangki bensin. Namun Faiz tetap berangkat bersama tujuh orang temannya. ”Bapaknya sengaja enggak isi bensin motornya, biar nggak berangkat. Ternyata Faiz nekat dan tetap berangkat,” jelas Hendrik.

Demi mendukung Persebaya, Faiz tetap berangkat. Dia bersama teman suporter Arema dan Bonek lain memutuskan berkendara motor.

”Berangkat tujuh orang. Motoran semua, itu sebagian ada yang Aremania, ada sebagian Bonek,” terang Hendrik.

Di Stadion Kanjuruhan, Faiz dan rekannya berpisah menjadi beberapa kelompok. Karena Stadion Kanjuruhan penuh. Sehingga tidak memungkinan untuk tetap jadi satu kelompok.

Faiz pun menuju ke Gate 13 Stadion Kanjuruhan. Namun, korban berpamitan kepada temanya untuk tidur sebentar ketika pertandingan akan usai.

”Dia di Gate 13, kata temanya di stadion sempat tidur, terus bilang ke temannya kalau setelah pertandingan, gugahen (bangunkan) aku,” ucap Hendrik.

Saat Faiz bangun, gas air mata sudah membumbung tinggi. Faiz yang kebingungan mencari jalan keluar hanya menemukan pintu gerbang yang tertutup.

”Ketika dibangunin temannya, itu sudah ada gas air mata. Terus sama teman-temanya cari jalan keluar, tapi sudah buntu,” jelas Hendrik.

Faiz lalu dinyatakan meninggal dunia lantaran sesak napas dan dibawa ke salah satu rumah sakit di Malang. ”Waktu ayah korban ke rumah sakit enggak ada luka lebam di badannya, memang benar-benar seperti kurang oksigen. Rumah sakitnya di Malang, tapi saya gak tahu namanya,” ujar Hendrik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore