
Bonek di makam Faiz. Bonek Kampus for JawaPos
JawaPos.com–Tragedi Kanjuruhan tidak hanya merenggut nyawa suporter Arema. Ada juga pendukung Persebaya yang menjadi korban.
Dia adalah Faiz Al Fikry, Bonek asal Ngunut, Tulungagung. Faiz, sapaannya, diduga meninggal dunia akibat kekurangan oksigen. Faiz juga sempat terkena gas air mata.
Kepergian Faiz membuat Bonek asal Surabaya dari kelompok Bonek Kampus hadir ke kediamannya. Salah satu perwakilan, Hendrik Wahyu, bercerita bahwa Faiz sempat sakit.
Ayah Faiz pun melarangnya berangkat untuk menonton pertandingan BRI Liga 1 antara Persebaya vs Arema itu. ”Korban sebelum berangkat sakit, enggak enak badan. Terus ayahnya tidak memperbolehkan berangkat dulu,” kata Hendrik, Selasa (11/10).
Supaya Faiz tak berangkat, ayahnya pun mengosongkan tangki bensin. Namun Faiz tetap berangkat bersama tujuh orang temannya. ”Bapaknya sengaja enggak isi bensin motornya, biar nggak berangkat. Ternyata Faiz nekat dan tetap berangkat,” jelas Hendrik.
Demi mendukung Persebaya, Faiz tetap berangkat. Dia bersama teman suporter Arema dan Bonek lain memutuskan berkendara motor.
”Berangkat tujuh orang. Motoran semua, itu sebagian ada yang Aremania, ada sebagian Bonek,” terang Hendrik.
Di Stadion Kanjuruhan, Faiz dan rekannya berpisah menjadi beberapa kelompok. Karena Stadion Kanjuruhan penuh. Sehingga tidak memungkinan untuk tetap jadi satu kelompok.
Faiz pun menuju ke Gate 13 Stadion Kanjuruhan. Namun, korban berpamitan kepada temanya untuk tidur sebentar ketika pertandingan akan usai.
”Dia di Gate 13, kata temanya di stadion sempat tidur, terus bilang ke temannya kalau setelah pertandingan, gugahen (bangunkan) aku,” ucap Hendrik.
Saat Faiz bangun, gas air mata sudah membumbung tinggi. Faiz yang kebingungan mencari jalan keluar hanya menemukan pintu gerbang yang tertutup.
”Ketika dibangunin temannya, itu sudah ada gas air mata. Terus sama teman-temanya cari jalan keluar, tapi sudah buntu,” jelas Hendrik.
Faiz lalu dinyatakan meninggal dunia lantaran sesak napas dan dibawa ke salah satu rumah sakit di Malang. ”Waktu ayah korban ke rumah sakit enggak ada luka lebam di badannya, memang benar-benar seperti kurang oksigen. Rumah sakitnya di Malang, tapi saya gak tahu namanya,” ujar Hendrik.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
