
Wiljan Pluim
JawaPos.com-PSM Makassar menang 3-0 atas Persebaya Surabaya (10/9). Tapi, berbarengan dengan hasil manis itu, Ayam Jantan dari Timur mendapat kabar buruk.
Manajemen menerima surat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Isinya adalah sanksi tambahan untuk Wiljan Pluim.
Kapten PSM itu dilarang bermain dalam empat laga ke depan. Sebelumnya, dia absen dalam laga kontra Persebaya akibat akumulasi kartu saat melawan Persik Kediri.
Artinya, total Pluim absen selama lima laga. ”Ini tidak masuk akal. Bagaimana Pluim mendapat sanksi sampai lima laga? Apa karena faktor calon lawan?” kata CEO PSM Munafri Arifuddin saat ditemui di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare.
Pihaknya tidak terima atas keputusan komdis. ”Kami pasti ajukan banding. Kami harus cari keadilan untuk kasus ini,” tegasnya.
Sanksi berawal dari laga kontra Persik Kediri (2/9). Dia menyikut pemain Persik Adi Eko Jayanto. Awalnya, wasit memberi kartu kuning. Tapi, dia kemudian dianggap membentak wasit dengan kata-kata kotor yang berujung kartu kuning kedua.
Pelatih PSM Bernardo Tavares tidak kalah murka. Bagi dia, pelanggaran Pluim tidak terlalu berat.
”Banyak tekel yang lebih berbahaya kepada pemain kami. Tapi, malah tidak ada kartu. Saya rasa peraturan yang diterapkan untuk kami (PSM) berbeda,” jelas pelatih 42 tahun itu.
Dia pun tidak habis pikir atas keputusan komdis. ”Saya penasaran aturan apa yang diterapkan di Indonesia? Sanksi lima laga itu tidak masuk akal,” tambahnya.
Tavares jelas bingung jika kehilangan Pluim. Sebab, gelandang asal Belanda itu adalah motor serangan tim. Dia sudah mencetak 3 gol dan 1 assist.
Karena itu, Tavares menganggap sanksi tersebut sebagai penggembosan. Apalagi, PSM saat ini berada dalam tren positif. Mereka belum terkalahkan di Liga 1. Dari 8 laga, Juku Eja meraih 6 kemenangan dan 2 hasil imbang.
Tavares menilai ada upaya untuk menjegal performa apik PSM. ”Makanya, selalu saya bilang sebelumnya bahwa PSM ini menghadapi dua tim di lapangan. Selain tim lawan, kami menghadapi tim yang lain,” jelas Tavares.
Dia pun berharap tidak ada keputusan aneh lagi yang diberikan untuk PSM. ”Saya minta semua pihak menghormati pemain, staf ofisial, termasuk suporter PSM,” ungkapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
