Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Agustus 2022 | 05.55 WIB

Kalah Lawan Persib, Pelatih PSIS Semarang Keluhkan Sikap Wasit

MEREPOTKAN: Kiper PSIS Semarang Wahyu Tri Nugroho (kanan) dan bek Wahyu Prasetyo (kiri) menghadang David Da Silva yang hendak melepaskan tembakan. TAOFIK ACHMAD/RADAR BANDUNG - Image

MEREPOTKAN: Kiper PSIS Semarang Wahyu Tri Nugroho (kanan) dan bek Wahyu Prasetyo (kiri) menghadang David Da Silva yang hendak melepaskan tembakan. TAOFIK ACHMAD/RADAR BANDUNG

JawaPos.com-Pelatih PSIS Semarang Sergio Alexandre sebenarnya paling malas mengomentari kepemimpinan wasit di Indonesia. Namun, kemarin (13/8) dia terpaksa menyuarakan keluhannya terhadap kepemimpinan wasit Totok Fitrianto.

Wasit asal Sulawesi Utara itu dinilai dua kali membuat keputusan yang merugikan timnya. Totok dianggap kurang fair saat memimpin laga PSIS Semarang melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat.

Keputusan kontroversial pertama terjadi saat wasit Totok memberikan penalti kepada Persib. Sebab, Jonathan Cantillana dianggap melakukan handball. Menurut

Sergio, tidak ada handball yang terjadi. Persib akhirnya memanfaatkan peluang tersebut untuk mencetak gol lewat eksekusi David da Silva (24’).

Keputusan wasit Totok berikutnya yang dianggap merugikan PSIS terjadi pada menit ke-87. Laskar Mahesa Jenar –julukan PSIS– sempat menjebol gawang Persib lewat serangan yang dibangun Alfeandra Dewangga melalui lemparan ke dalam.

Lemparannya langsung menuju mulut gawang dan tidak bisa diantisipasi kiper I Made Wirawan. Wasit Totok sempat meniup peluit dan menunjuk titik tengah sebagai tanda gol Dewangga sah. Namun, setelah diprotes para pemain Persib, wasit Totok merevisi keputusannya.

”Pertandingan hari ini (kemarin, Red) terasa ketat. Kedua tim bermain dengan game plan terbaik. Tapi, wasit dua kali membuat keputusan keliru,” keluh Sergio.

”Kami tidak melakukan handball. Yang kedua, wasit tiba-tiba mengubah keputusannya. Saya tidak mau berbicara lebih lanjut soal itu. Kami harus fokus ke pertandingan selanjutnya,” tegas mantan pelatih Persiraja Banda Aceh tersebut.

Sergio akan membenahi kekurangan timnya. Sebab, dalam pertandingan kemarin, Persib bisa mencetak gol kedua lewat open play. Gol kedua Persib dicetak David pada menit ke-65. Sementara itu, Laskar Mahesa Jenar hanya mencetak satu gol lewat sepakan Taisei Marukawa pada menit ke-30.

Di sisi lain, Budiman Yunus sukses menjalankan tugasnya dalam laga perdana sebagai pelatih karteker Persib. Mantan pemain Persija Jakarta itu berhasil mempersembahkan kemenangan perdana buat Persib.

”Para pemain memiliki beban yang sangat berat. Tapi, berkat ridho Allah, hari ini (kemarin) kami bisa meraih kemenangan. Mudah-mudahan hasil ini menjadi bekal positif bagi kami untuk menjalani laga tandang ke Sleman,” tutur Budiman.

Meski menang, Budiman tidak mau cepat puas. Masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi sambil menunggu Persib memiliki pelatih kepala. Salah satunya, memperkuat barisan pertahanan.

”Yang masih terjadi adalah kami kebobolan ketika sudah unggul. Ini terjadi karena kami menurunkan volume bertanding saat unggul. Itu tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore