
YahyaYahya Alkatiri, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Liga 1 2021. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com-Bench Persik Kediri punya nuansa Persebaya Surabaya. Sebab, ada satu sosok yang pernah menjadi bagian penting Green Force. Dia adalah Yahya Alkatiri.
Yahya adalah manajer saat Persebaya menjadi juara Elite Pro Academy (EPA) U-19 musim 2019. Musim berikutnya, Yahya diangkat menjadi asisten manajer Persebaya. Sayang, pada musim 2020, kompetisi dihentikan. Pada musim 2021, dia masih tercatat sebagai manajer EPA Persebaya.
Saat tenaganya masih dibutuhkan, Yahya tiba-tiba memilih hengkang. Pada 14 Oktober, dia resmi bergabung dengan Persik sebagai manajer. Yahya menggantikan Syarif Hidayatullah yang kini jadi general manager.
Apa yang membuat Yahya pergi? ’’Saya sebenarnya ingin tantangan baru. Bagaimana sih cara membangkitkan tim? Saya harus membangun tim pelan-pelan,’’ jelas Yahya saat ditemui Jawa Pos di Hotel Ibis Adisucipto, Jogjakarta.
Lagi pula, proses kepindahan itu tidak tiba-tiba. Yahya sudah mendapat tawaran sejak September lalu. Saat mendapat tawaran, dia tidak langsung mengiyakan. Butuh waktu tiga pekan baginya untuk memutuskan bergabung dengan Persik.
Lantas, apa yang membuat dia yakin?
’’Pertama soal kultur. Kultur sepak bola di Surabaya dan Kediri tidak jauh beda. Terus hubungan Bonek dan Persikmania juga dekat. Itu yang bikin saya nyaman,’’ tutur pria yang hobi basket tersebut.
Pihak Persebaya sejatinya cukup berat melepas Yahya. Tapi, Yahya memilih pamitan dengan baik-baik. Dia tidak menampik masih ada rasa cinta kepada Persebaya. Meski begitu, saat kedua tim bentrok malam ini, Yahya akan profesional.
’’Persik ini sudah dua kali kalah. Jadi, saya ingin di laga nanti (lawan Persebaya) kami bisa menang. Kami tahu Persebaya tim kuat. Tapi kami akan berusaha,’’ tegasnya.
Bersama Persik, Yahya punya target khusus. Dia ingin membawa Persik keluar dari zona merah. Karena itu, pada bursa transfer paro musim, dia akan mendatangkan pemain baru.
’’Yang jelas satu pemain asing asal Asia akan kami datangkan. Lalu, kami akan cari juga beberapa pemain lokal. Lihat nanti,’’ ungkapnya.
Sebagai mantan manajer EPA Persebaya, Yahya bisa saja mendatangkan mantan pemainnya. Tapi, dia memastikan tidak akan melakukan hal itu. ’’Saya rasa Persik ini juga gudangnya pemain muda. Jadi, saya akan membangun tim dari apa yang ada di tim ini dulu,’’ bebernya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
