
Koko Ari (kanan) dan Syaifuddin (kiri), bek Persebaya melakukan latihan didampingi Dani Maulana, fisioterapis Persebaya di gym apartemen Puncak Marina, Surabaya, kemarin (9/6). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com − Fasilitas wah selalu diberikan manajemen Persebaya Surabaya bagi pemain dan pelatih. Untuk tempat tinggal, manajemen Green Force −julukan Persebaya− memberikan fasilitas di apartemen.
Musim 2017, pemain dan pelatih tinggal di Puri Darmo. Lalu, pada musim 2018, tempat tinggal dipusatkan di Puncak Marina. Kerja sama Persebaya dengan Apartemen Puncak Marina masih bertahan sampai saat ini.
Namun, dari info yang digali Jawa Pos, kontrak dengan Puncak Marina berakhir dalam waktu dekat. Tidak ada perpanjangan kerja sama yang dilakukan dari kedua pihak. Soal itu, Jawa Pos berusaha melakukan konfirmasi kepada PT Tridjaya Kartika selaku pemilik kondominium.
Baca Juga: Kontrak Segera Kedaluwarsa, Aji Santoso Akan Temui Manajemen Persebaya
Sayang, pihak PT Tridjaya Kartika ogah memberikan keterangan soal berakhirnya kerja sama dengan Persebaya. ’’Kami ada perjanjian dengan pihak Persebaya untuk media. Apa pun itu, semua pertanyaan harus di-approval terlebih dahulu oleh pihak manajemen (Persebaya),’’ kata salah satu perwakilan PT Tridjaya Kartika yang tidak mau disebut identitasnya kepada Jawa Pos.
Namun, kabarnya manajemen Persebaya sudah menemukan pengganti Puncak Marina. Lalu, di mana pemain dan pelatih akan tinggal selama di Surabaya? Berdasar info yang didapat Jawa Pos, manajemen sudah menemukan sebuah rumah di Jalan Bengawan. Tepatnya di sisi timur Jalan Raya Darmo.
Rumah besar itu punya sekitar 20 kamar. Nantinya, pemain dan pelatih tinggal di rumah tersebut. Bahkan, manajemen dikabarkan sudah mencapai kesepakatan kontrak dengan pengelola rumah tersebut pada Senin lalu (21/12).
Dengan demikian, fasilitas apartemen sudah tidak bisa diberikan pada 2021 nanti.
Soal kabar boyongan dari Puncak Marina ke Jalan Bengawan, manajemen masih memilih irit bicara. ’’Dibahas nanti saja kalau soal itu,’’ kata Ram Surahman, sekretaris tim Persebaya, saat dikonfirmasi Jawa Pos.
Dari jawaban itu, sejatinya manajemen tidak mengelak. Namun, memang belum ada pengumuman resmi soal rencana boyongan tersebut.
Jawa Pos kemudian berusaha melakukan konfirmasi ke Manajer Candra Wahyudi. Termasuk mendatangi langsung kantor Persebaya di Surabaya Town Square kemarin siang. ’’Pak Candra tidak kelihatan dari pagi. Sepertinya nggak datang ke kantor,’’ terang petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk kantor Persebaya.
Begitu dihubungi melalui telepon seluler, Candra juga tidak memberikan respons. Namun, selama pandemi, manajemen Persebaya memang tidak menampik bahwa pendapatan menurun drastis.
Saat pendapatan seret, klub tetap harus mengeluarkan biaya untuk gaji pemain, pelatih, dan ofisial. ’’Bisa dibilang selama tidak ada kompetisi ini kondisi klub berdarah-darah,’’ ucap Ram.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
