
Mario Gomez
JawaPos.com - Persib Bandung harus berdarah-darah demi menggapai juara Liga 1 2018. Usai mendapat sanksi superberat dari Komisi Disiplin, Persib harus menjalani laga kandang usiran di luar Jawa dan tanpa penonton. Selain itu, lawan-lawan yang dihadapi pun tidak r matgingan.
Usai kalah dari Madura United, Persib harus terbang untuk menantang Persipura Jayapura. Kemudian dilanjutkan dengan menjamu Persebaya Surabaya di Gianyar. Berikutnya, PSM Makassar sudah menunggu Maung Bandung di Stadion Mattoanging, Rabu (24/10).
Laga ini menjadi krusial dan berkategori big match. Karena melibatkan dua tim teratas klasemen sementara Liga 1 2018. Menentukan siapa yang paling layak di puncak klasemen.
Meski tetap optimistis, Si Pangeran Biru tetap realistis dengan kondisi yang ada. Pelatih Persib, Mario Gomez mengatakan, selalu ada perbedaan di setiap laga. Apalagi sisa laga terakhir. Tidak ada kamus lain selain tetap meraih poin di laga-laga sisa.
Tidak terkecuali saat menghadapi Persebaya hari ini dan PSM beberapa hari kemudian. Di dua laga ini, permainan akan berjalan sedikit berbeda. Sebab, ada momen yang harus dijaga.
Saat duel kontra Persebaya, pelatih berpaspor Argentina itu belum bisa memainkan pemain-pemain kuncinya. Berbeda saat menantang PSM. Ia sudah bisa memainkan Jonathan Bauman dan Patrick Wanggai. Sementara Ezechiel N'Douassel dan Bojan Malisic masih menjalani sanksi.
Beberapa pemain yang 'hilang' juga sudah bergabung. Seperti Febri Hariyadi dan Dedi Kusnandar yang kembali dari membela Tim Nasional. Tidak hanya itu, pihaknya juga masih menanti hasil banding dari terhadap putusan Komisi Disiplin.
"Kami tidak harus mengalami hal ini lagi, mungkin. Tetapi, target awal kami adalah untuk 19 Desember, kami ingin mencoba menjadi juara. Memang tidak aneh ketika di perjalanan menemui badai. Bukan hanya Persib, tim lainnya juga. Kami harus mengalahkan badai demi mencapai target. Kami bepergian tanpa dukungan fans. Mungkin saja nanti pergi ke Australia atau Singapura. Kami tidak tahu," papar Gomez.
Pelatih berusia 61 tahun itu menyadari PSM memang pesaing terberatnya dalam mempertahankan takhta klasemen. Apalagi timnya akan bertandang ke markas Juku Eja. Ia juga sadar jika kans PSM untuk menjauh dari Persib sangat terbuka lebar.
"Kami tak ingin memikirkan banyak hal karena akan menghabiskan waktu. Fokus saya hanya untuk tim dan pemain hanya punya satu tujuan yang sama. Kami harus terus menatap ke depan. Setelah laga, saya selalu bertanya ke pemain 'kenapa kalian menang? atau kenapa kalian kalah?' tujuannya agar kami berkembang," tutupnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
