
Suporter meluber hingga ke area sentel ban dalam laga Arema FC kontra Persija Jakarta, Minggu (5/8) malam WIB
JawaPos.com - Laga Arema FC menjamu Persija Jakarta sempat tertunda lantaran suporter meluber hingga ke sentel ban Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (5/8) malam WIB. Waktu kick-off sampai tertunda selama 23 menit.
Para suporter digiring ke tribune utara dan tribune berdiri. Namun, rupanya upaya itu kurang berhasil membendung suporter yang meluber ke area steril tersebut.
Kick-off seharusnya dilakukan pukul 18:30 WIB. Namun, karena melubernya suporter ke sentel ban, kick-off terpaksa harus digelar pukul 18:53 WIB Meskipun sudah mundur, namun tetap saja masih banyak suporter yang memadati area steril. Diprediksi, mencapai lima ribu orang.
Terkait hal itu, Abdul Haris, Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC, menjelaskan, pihaknya sudah mencetak tiket sesuai dengan kapasitas. Yakni 45 ribu lembar. Sementara jumlah tiket terjual sebanyak 44.912 lembar.
Haris melanjutkan, kuota untuk Jakmania sebanyak 10 ribu. Angka itu ditentukan dari analisis dan evaluasi beberapa pertandingan kandang sebelumnya. Yaitu kurang bisa memenuhi kapasitas di stadion. "Tapi, bisa dilihat bagaimana suporter Jakmania meluber sampai ke sentel ban," katanya.
Kendala lainnya, Jakmania diakomodasi untuk dipindahkan ke tribune berdiri. Gelombang suporter dilewatkan pintu 12 hingga 14, menuju tribune berdiri. Sayang, menuju ke sana masih kesulitan akses.
"Kenapa mereka nggak mau ke tribune berdiri? Karena tertutup oleh banner yang dipasang oleh para suporter, baik dari Jakmania atau Aremania," sebutnya.
Padahal, kondisi tribune berdiri dan utara masih kosong. Sehingga seharusnya memungkinkan untuk dipindahkan ke sana, agar tidak meluber ke sentel ban. Mengenai animo penonton yang luar biasa, Haris mengaku pihaknya sudah menganalisis sebelumnya. Namun, hasilnya di luar prediksi.
Sementara itu, Media Officer Arema FC, Sudarmadji, menjelaskan ada faktor lain yang membuat banyak penonton tidak kebagian tempat duduk hingga akhirnya membludak. Faktor ini dia sebut sebagai kemanusiaan. Pasalnya ada pasangan suami-istri yang menonton dengan anak mereka, namun si anak tak dibelikan tiket. Sehingga memenuhi tribune.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
