
PSBS sangat antusias dalam menghadapi Green Force -julukan Persebaya-. Sebab, pertandingan ini akan live di televisi nasional.
JawaPos.com - PSBS Biak sangat antusias menyambut pertandingan melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (22/9) sore. Sebab untuk kali pertama sepak terjang mereka di kompetisi Liga 2 2017 akan disiarkan langsung oleh televisi nasional.
Seluruh pertandingan yang melibatkan tim di grup 8 memang belum pernah sekalipun disiarkan secara langsung oleh televisi nasional. Oleh sebab itu PSBS sangat antusias dalam menghadapi Green Force -julukan Persebaya-. Sebab, pertandingan ini akan live di televisi nasional.
"Kalau besok itu live, itu yang sudah ditunggu-tunggu sejak tiga bulan ini," kata asisten manajer PSBS Daniel Karetji kepada awak media, Kamis (21/9) petang.
"Memang pada babak penyisihan grup, tidak ada satupun pertandingan yang disiarkan secara langsung atau live di Grup 8. Jadi kami membutuhkan satu tontonan yang bisa dinikmati masyarakat maupun keluarga kami di Papua," imbuh Daniel.
Sementara itu, pihak Persebaya berharap agar pertandingan kontra PSBS dilangsungkan Jumat malam. Menurut Direktur Tim Persebaya Candra Wahyudi, pihaknya sudah berkirim surat ke PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi Liga 2, agar memindahkan jam kick off dari pukul 15.00 menjadi pukul 18.30.
Ada sejumlah pertimbangan mengapa Persebaya keberatan bermain sore pukul 15.00. Salah satunya adalah jam kick off yang berdekatan dengan ibadah Salat Jumat. "Mungkin nanti selepas keluar dari masjid, kami langsung naik bus," canda Candra.
Usulan Persebaya agar jam kick off berubah dari 15.00 menjadi 18.30 juga disampaikan dalam MCM, Kamis sore. Namun belum ada keputusan final dari operator kompetisi tentang jam kick off pertandingan Persebaya kontra PSBS. Kubu Persebaya mengaku kecewa dengan PT LIB sebagai operator kompetisi.
"Terus terang kami juga kecewa. Karena yang kami sampaikan adalah aspirasi dari teman-teman Bonek. Liga harusnya ke depan mendengarkan aspirasi klub. Kalau Liga tidak bisa membuat klub sehat dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh klub, saya kira juga tidak bisa menjadi contoh yang baik untuk operator kompetisi," harap Candra.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
