Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Agustus 2017 | 17.08 WIB

Ricky Nelson Jadikan Borneo FC Seperti Bunglon

Ricky Nelson membuat Borneo FC memiliki banyak alternatif skema permainan - Image

Ricky Nelson membuat Borneo FC memiliki banyak alternatif skema permainan

JawaPos.com - Sejauh ini pelatih sementara Borneo FC, Ricky Nelson, mampu menunjukkan kinerja memuaskan. Tak hanya hasil, dalam permainan pun Pesut Etam menunjukkan perubahan. Kini, Ponaryo Astaman cs diibaratkan seperti bunglon.


Maklum saja, gaya permainan Borneo FC setelah diasuh Ricky tidak lagi monoton. Arsitek berusia 38 tahun itu berani bereksperimen, sehingga skema permainan sulit dibaca lawan.


Artinya, di setiap pertandingan strategi yang dimainkan Borneo FC selalu berubah seperti bunglon. Perubahan itu lebih disesuaikan dengan gaya bermain tim lawan.


Laga terakhir kontra Arema FC, Ricky memasang lima pemain bertipikal bertahan. Namun, situasi di lapangan sangat fleksibel. Formasi 5-4-1 seketika bisa berubah menjadi 4-2-3-1 atau 3-4-3.


Strategi itu berjalan sukses. Meski digempur habis-habisan oleh Singo Edan, tak satu pun peluang lawan dikonversi menjadi gol. Rapatnya pertahanan serta solidnya kekompakan antarpemain jadi kunci kekokohan Borneo FC.


"Sepekan sebelum lawan Arema, saya terus mantapkan formasi dengan simulasi pertandingan. Anak-anak cepat paham, sehingga tidak ada kesulitan dengan apa yang diterapkan," ujar Ricky seperti dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group).


Leonard Tupamahu, Matheus Lopes, Kunihiro Yamashita, Abdul Rachman, dan Diego Michiels diturunkan bersamaan. Kelima pemain bertipikal bertahan itu tidak monoton bermain di satu posisi.


Diego dan Rachman misalnya, kedua pemain bertipikal cepat itu kerap maju membantu serangan. Namun saat diserang, mereka cepat turun membantu pertahanan.


"Dari awal saya katakan Borneo FC memiliki pemain-pemain cepat. Rachman dan Diego sanggup untuk naik turun karena ditunjang stamina bagus. Itu yang ingin saya maksimalkan," imbuh Ricky.


Tidak hanya memasang lima pemain bertahan sekaligus, Ricky tampak berani mencadangkan Lerby Eliandry yang menjadi mesin gol Pesut Etam. Mengoleksi sembilan gol, pemain asli Samarinda itu tak dimainkan sebagai starter. Patrich Wanggai yang dominan tampil sebagai pengganti dipilih menjadi ujung tombak.


Pertimbangan Ricky beralasan. Memakai strategi bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik cepat, lini depan dipilih yang gesit. Patrich berduet dengan Terens Puhiri.


Ricky berencana menerapkan strategi serupa di laga selanjutnya. Kedatangannya sebagai pelatih dituntut memberikan banyak warna dalam skema permainan. "Beda lawan, jelas beda strategi," pungkas Ricky.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore