Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Desember 2016 | 18.21 WIB

Gethuk Lebih Suka Arema FC Ditangani Pelatih Lokal

Pelatih lokal dinilai pantas mendapat kepercayaan menangani Arema FC. - Image

Pelatih lokal dinilai pantas mendapat kepercayaan menangani Arema FC.

JawaPos.com - Asisten pelatih Arema FC, Joko Susilo, menjadi salah satu yang mendukung penuh rencana tim menunjuk pelatih lokal. Menurut pria yang akrab disapa Gethuk itu, pelatih lokal layak mendapat kepercayaan mengangkat prestasi Singo Edan.



Belakangan, santer nama Aji Santoso yang dimunculkan untuk menjadi pelatih Arema FC. Kabar itu memunculkan pro dan kontra. Pasalnya, ada yang ingin Arema FC dipimpin pelatih asing, sedangkan lainnya mau pelatih lokal.



Gethuk menyatakan, sejatinya tidak perlu diperdebatkan, apakah pelatih asing atau pelatih lokal yang lebih baik. Meski Gethuk bisa memahami bila ada yang menganggap pelatih asing lebih baik. ”Bagi Aremania, kadang pelatih lokal itu tidak mantap. Mungkin. Nah, image inilah yang harus diubah,” ujar dia. 



Gethuk berharap, Aremania bisa mendukung siapa pun pelatih yang ditunjuk manajemen Arema FC nanti. Termasuk bila manajemen memilih pelatih lokal nantinya. ”Jika seandainya benar (pelatih lokal), kenapa kita harus tidak yakin? Terpenting, percayalah dulu. Itulah yang membuat kita (Arema) besar,” kata mantan striker Arema Malang era 90-an ini. 



Bila melihat sejarah Arema, sebenarnya pelatih lokal masih lebih baik ketimbang pelatih asing. Itu bila mengacu pada gelar juara di ajang-ajang besar. 



Dari deretan pelatih lokal, ada nama M. Basri dan Benny Dolo (Bendol). M. Basri sukses mempersembahkan gelar juara Galatama edisi 1993 untuk Arema. Sementara Bendol membawa Arema meraih Piala Indonesia dua tahun beruntun: 2005 dan 2006. 



Sementara itu, dari deretan pelatih asing, Robert Rene Alberts-lah yang paling sukses. Dia membawa Arema menjuarai Indonesia Super League (ISL) musim 2009-2010. Karena itu, tidak ada alasan memandang sebelah mata pelatih lokal. 



Tapi, siapa pun pelatih yang dipilih manajemen Arema FC nanti, Gethuk mengaku siap bekerja sama. ”Tidak ada masalah. Setiap pelatih pasti punya idealisme sendiri-sendiri. Punya cara yang berbeda-beda. Semua kembali pada pelatih kepala. Saya hanya memberi masukan,” ujar Gethuk yang dalam waktu dekat ini akan mengambil lisensi kepelatihan A AFC.



Sebagai informasi, di antara jajaran pelatih Arema FC saat ini, Gethuk adalah yang paling lama mengabdi. Dia sudah sejak 2007 silam dipercaya menjadi asisten pelatih Arema. Gethuk sudah bekerja sama dengan banyak pelatih. Mulai dari Miroslav Janu, Gusnul Yakin, Robert Rene Alberts, Suharno, Rahmad Darmawan, hingga Milomir Seslija.



Artinya, siapapun yang menjadi pelatih kepalanya, Gethuk tak pernah bergeser dari posisi asisten sejak 2007 lalu. Gethuk sebenarnya sempat beberapa kali dipercaya menjadi pelatih kepala meski hanya sebatas sementara atau karteker. 



Gethuk belum bisa menjadi pelatih kepala permanen karena belum mengantongi lisensi kepelatihan setara A AFC. Lisensi inilah yang saat ini dikejar Gethuk. Selama hampir sebulan, 4-31 Januari 2017, Gethuk mengikuti kursus kepelatihan di Thailand. (adk/c2/muf/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore