
Del Piero sempat ragu untuk berangkat ke Medan akibat Indonesia tengah dilanda teror bom bunuh diri.
JawaPos.com - Rentetan teror yang terjadi di Indonesia belakangan ini ternyata juga membuat keder legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero. Keluarganya bahkan sempat khawatir saat Del Piero akan berangkat ke Medan, Sumatera Utara.
Del Piero dijadwalkan akan berada di Medan selama dua hari yakni 17-18 Mei 2018. Selama di Medan, sejumlah kegiatan menjadi agenda bagi legenda Juventus ini. Seperti coaching clinic dan penggalangan dana untuk pengungsi Sinabung.
“Saya tahu tentang yang terjadi (di Indonesia). Tentu keluarga dan orang-orang di sekitar saya secara alami merasa khawatir,” kata Del Piero di Hotel JW Marriot Medan, Kamis (16/5).
Meski khawatir, Del Piero tetap datang ke Medan. Karena, menurut Del Piero, terorisme bukan hanya terjadi di Indonesia. Lebih lanjut dia mengatakan, sepak bola bisa menjadi pemersatu di tengah krisis keamanan.
“Saya percaya, seperti yang pernah Mandela katakan pada kesempatan lain, bahwa olahraga bisa satukan manusia di sini dan di seluruh dunia,” sebut mantan kapten Timnas Italia itu.
Rakyat Indonesia, lanjutnya, patut berbangga karena diberikan negeri yang sangat indah. Banyak negara lain yang tidak memiliki apa yang ada di Indonesia. Sebagai duta sepak bola dia berpesan, seluruh pelaku olahraga harus tetap menyampaikan pesan perdamaian.
“Saya beruntung dapat mengejar impian saya. Jadi ikuti impianmu. Jika tercapai, itu sangat beruntung. Jika tidak tercapai, itu juga sangat beruntung, karena Anda punya mimpi,” katanya.
Del Piero sendiri sudah membuat sebuah lembaga kemanusiaan yang dinamai ADP10. Nama itu diambil dari singkatan nama Del Piero dan nomor punggungnya selama ini.
"Sepak bola adalah kemanusiaan. Football is humanity. Saya senang bisa ikut membantu," katanya.
Inisiator yang mendatangkan Del Piero ke Medan sekaligus Presiden Pro Duta FC, Sihar Sitorus, menyambut kedatangan Del Piero di Medan dengan suka cita. Sihar berharap kehadiran Del Piero selama dua hari di Medan bisa memberi dampak positif. Terutama untuk memotivasi bakat-bakat muda dan pesepakbola profesional asal Sumatera Utara untuk terus berkiprah dan mengharumkan nama daerah dan bangsa.
"Kepedulian dan sikap saling asah, asih, asuh itu penting. Del Piero sudah mencontohkan. Dia menginspirasi banyak pihak untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak tidak mampu dan penyandang disabilitas," ujar Sihar,
"Untuk pendidikan, kesehatan, dan banyak hal dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Apa yang dilakukannya bisa kita jadikan pelajaran untuk Indonesia dan di Sumatera Utara khususnya," pungkas Sihar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
