Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2026 | 20.27 WIB

Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa

Salah satu bangunan Koperasi Merah Putih di Tulungagung. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG) - Image

Salah satu bangunan Koperasi Merah Putih di Tulungagung. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

JawaPos.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Kepohagung, Kecamatan Plumpang, nyaris gagal mendirikan bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Desa yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kecamatan itu sempat tersandera persoalan berlapis saat program strategis Presiden Prabowo Subianto itu mulai digulirkan.

Ketika desa lain sudah bergerak membangun, Kepohagung justru tertahan. Status blacklist dari koramil setempat menjadi pengganjal utama. Ketua KDKMP Desa Kepohagung Khoirul Huda mengungkapkan, hambatan itu berkaitan dengan persoalan hukum yang menjerat kepala desa. “Kami sempat mendapatkan blacklist karena Pak Inggi (kepala desa, Red) bermasalah dengan hukum,” ujarnya saat ditemui di balai desa, Selasa (21/4).

Sejak Juli 2025, Kepala Desa Kepohagung Dono Samuri terseret dugaan penyelewengan PADes senilai Rp 1,1 miliar. Kasus tersebut masih bergulir di Polres Tuban. Meski belum berstatus tersangka, yang bersangkutan sudah lama tidak berkantor.

Khoirul menyebut situasi itu sempat mengganggu roda pemerintahan desa. Koordinasi dengan instansi terkait tersendat hingga berujung pada status blacklist. “Pada akhirnya kami mampu tetap mendirikan koperasi (KDKMP) meski tanpa dibersamai pemimpin di desa kami,” ungkapnya.

Upaya keluar dari kebuntuan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan koramil dan babinsa setempat. Status blacklist akhirnya dicabut. “Setelah dicabut, komitmen untuk membangun benar-benar kami buktikan,” ujarnya.

Lahan sawah produktif di Dusun Grebegan dipilih sebagai lokasi pembangunan. Tahap awal berupa pengurukan langsung dikerjakan. Biaya pengurukan, di luar anggaran dana desa Rp 3 miliar untuk pembangunan fisik, diperoleh dari hibah Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) yang disepakati melalui musyawarah warga.

“Kurang lebih menghabiskan sekitar Rp 120 juta untuk pengurukan sekaligus membangun jembatan (u-ditch beton, Red) di depannya,” kata Khoirul.

Dia mengakui peran babinsa cukup dominan, mulai dari penentuan lokasi hingga pengawalan pembangunan. “Tanpa mengurangi rasa hormat, umumnya di desa-desa lain yang paling berperan dalam pembangunan KDKMP adalah kepala desa, tapi di sini malah sebaliknya,” ujarnya.

Meski sempat tertinggal, pembangunan KDKMP Kepohagung kini telah rampung 100 persen. Ke depan, koperasi akan difokuskan pada kebutuhan sektor pertanian. Mayoritas warga setempat adalah petani. Sementara akses pupuk selama ini masih terbatas.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore