Persija Jakarta harus puas menelan kekalahan dari Arema FC di Gelora Bung Karno. (Persija)
JawaPos.com — Mauricio Souza banjir kritik usai Persija Jakarta kalah 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (8/2/2026) malam. Pelatih asal Brasil itu dicap miskin taktik setelah dominasi permainan Macan Kemayoran gagal berbuah gol dan justru berakhir dengan kekalahan menyakitkan.
Alih-alih tawa dan selebrasi, suasana muram menyelimuti skuad Persija seusai laga krusial tersebut. Target tiga poin demi menjaga jarak di jalur juara pupus di kandang sendiri, tepat di hadapan puluhan ribu pendukung setia.
Secara statistik, Persija tampil dominan sepanjang pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 72 persen. Namun, dominasi itu tak sejalan dengan efektivitas serangan yang seharusnya menjadi pembeda.
Arema FC justru tampil lebih sabar dan disiplin menunggu momentum. Dua gol telat yang dicetak Gabriel Costa pada menit ke-82 dan 90+11 menjadi pukulan telak bagi Persija.
Mauricio Souza tak menutupi kekecewaannya atas hasil minor tersebut. Ia menilai timnya gagal memaksimalkan ruang yang sebenarnya sudah diidentifikasi sebelum pertandingan.
“Saya rasa kami tidak berhasil memanfaatkan ruang-ruang yang ditinggalkan Arema,” kata Mauricio usai laga.
“Kami sebenarnya sudah tahu ruang mana yang harus dieksplorasi, kami menerima bola di ruang-ruang itu, tetapi pengambilan keputusan dan aspek teknis benar-benar sedikit merugikan tim kami di babak pertama.”
Mauricio mengakui adanya perubahan signifikan di babak kedua setelah melakukan pergantian posisi pemain. Ia memindahkan Maxwell Souza dan memasukkan Alaeddine Ajaraie demi meningkatkan agresivitas serangan.
“Di babak kedua saya mengganti posisi Maxwell (Souza) dengan Alaeddine (Ajaraie),” lanjutnya. “Kami meningkat cukup banyak, kami menguasai permainan sepenuhnya.”
Menurut Mauricio, Arema hanya sesekali keluar dari tekanan melalui bola-bola panjang dan skema serangan balik. Persija disebutnya terus berada di area menyerang untuk mencari gol penyama kedudukan.
“Mereka hanya keluar lewat bola-bola panjang, mencoba mengeksplorasi serangan balik,” ucapnya. “Kami terus berada di area menyerang, mencari gol.”
Namun dominasi itu justru menjadi bumerang di menit-menit akhir pertandingan. Lemahnya transisi bertahan membuat Persija lengah dan harus membayar mahal lewat dua gol cepat Arema.
“Mungkin kami tidak cukup baik dalam menyerang sambil bertahan, dan akhirnya itu memungkinkan mereka melakukan serangan balik dan mencetak gol,” ujar Mauricio.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
