
Bernardo Tavares ingatkan gaya bermainnya di ruang ganti saat Persebaya Surabaya ditahan imbang Dewa United. (Persebaya)
JawaPos.com — Bernardo Tavares tak menutupi kekecewaannya usai Persebaya Surabaya gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Hasil imbang 1-1 melawan Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025/2026 memantik evaluasi keras di ruang ganti.
Sorotan utama pelatih asal Portugal itu tertuju pada konsistensi gaya bermain Persebaya Surabaya. Di hadapan para pemain, Tavares menegaskan identitas permainan yang harus terus dijaga dalam situasi apa pun.
Persebaya Surabaya sejatinya tampil dominan sejak awal pertandingan dan berusaha mengontrol tempo permainan. Namun, efektivitas serangan menjadi persoalan hingga laga berakhir tanpa kemenangan.
Memasuki babak kedua, Tavares langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Rachmat Irianto dan Pedro Matos. Keduanya menggantikan Milos Raickovic dan Toni Firmansyah demi menambah daya gedor tim.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan pada 15 menit awal babak kedua. Sayangnya, solidnya pertahanan Dewa United membuat peluang ke gawang Sonny Stevens sulit dikonversi menjadi gol.
Persebaya Surabaya memang lebih banyak menguasai bola dan bermain agresif. Namun, rapatnya lini belakang tim tamu membuat setiap upaya serangan kerap kandas di sepertiga akhir.
Pergantian kembali dilakukan pada menit ke-77 dengan memasukkan Koko Ari dan Mihailo Perovic. Gali Freitas serta Catur Pamungkas ditarik keluar untuk memberi energi baru di lini serang.
Peluang emas datang di menit ke-90 ketika Mihailo Perovic mencetak gol lewat sundulan. Sayang, wasit Nendi Rohaendy menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran terlebih dahulu.
Keputusan itu membuat stadion bergemuruh dan para pemain Persebaya tampak frustrasi. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-1 tak berubah dan laga pun berakhir imbang.
Satu poin tetap membawa Persebaya naik ke posisi lima klasemen sementara dengan raihan 32 poin. Namun, hasil itu jelas belum memuaskan bagi Tavares dan tim.
Menariknya, suasana ruang ganti Persebaya berlangsung serius di belakang layar. Bernardo Tavares menyampaikan pesan tegas terkait sikap dan gaya bermain timnya.
“Dukungan kalian energi buat kami untuk bertarung, untuk berjuang untuk satu pembuktian untuk Persebaya,” ucap Tavares kepada para pemain.
Ia menekankan pentingnya mental bertarung yang sejalan dengan dukungan suporter.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga menyoroti ruang yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih maksimal. “Tapi kita bisa memanfaatkan ruangan kosong di belakangnya mereka,” katanya dengan nada evaluatif.
Tavares menegaskan target kemenangan seharusnya bisa diraih jika semua rencana berjalan optimal. “Dalam 90 menit kita harus bisa memenangkan pertandingan ini,” ucapnya di ruang ganti.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
