
Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena. (Dok. Persita Tangerang)
JawaPos.com–Persita Tangerang menatap laga kandang berikutnya dengan tekad bangkit usai hasil kurang maksimal di pekan ke-19 BRI Super League. Bermain di Indomilk Arena, Jumat (30/1) sore, Pendekar Cisadane harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 0-2.
Kekalahan tersebut menjadi yang kedua di kandang dari total 10 laga yang sudah dijalani Persita musim ini. Pelatih Persita Carlos Pena menilai hasil itu mengecewakan mengingat timnya memiliki catatan positif saat bermain di depan publik sendiri. Persita sebenarnya tampil baik, terutama di babak pertama, namun gagal memaksimalkan peluang.
”Kami punya rekor kandang yang bagus. Kami menang di sini melawan Borneo dan PSIM Jogjakarta, dan bermain sangat baik di rumah sendiri. Tapi melawan Persija kami tidak bisa mendapatkan tiga poin,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut dikutip dari persitafc.com.
Pena menyoroti momen krusial setelah Persita kebobolan. Dia menilai Persija mampu memanfaatkan ruang dengan sangat efektif melalui transisi cepat yang dilakukan para pemainnya. Hal tersebut membuat situasi pertandingan berubah dan menjadi tantangan besar bagi tim tuan rumah.
“Setelah kebobolan, mereka sangat baik dalam memanfaatkan ruang. Transisi pemain Persija berbahaya dan itu terlihat jelas di lapangan,” lanjut Carlos Pena.
Sejak awal musim, Carlos Pena dikenal konsisten memberi kesempatan bermain kepada seluruh pemain dalam skuadnya. Dia ingin memaksimalkan potensi agar Persita tetap mampu bersaing di papan atas, meski harus berhadapan dengan tim yang memiliki kedalaman skuad dan kualitas individu lebih tinggi.
”Dalam situasi dua lawan lima, pemain asing mereka bisa membuat perbedaan. Di sepak bola, kualitas terkadang berkaitan dengan nilai atau bujet. Tapi kami terus mencoba dengan pemain yang kami miliki,” ucap Pena.
Meski kehilangan tiga poin di kandang, Pena menegaskan dirinya tidak ingin menyalahkan para pemain. Dia memilih fokus menatap laga berikutnya dan menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran berharga.
”Saya tidak mengeluh tentang tim atau pemain. Tiga poin itu sudah hilang dan tidak akan kembali. Sekarang kami harus berpikir ke depan,” tegas Carlos Pena.
Pena berharap atmosfer Indomilk Arena pada laga kandang selanjutnya bisa kembali seperti saat menghadapi Persija. Dukungan penuh dari Persita Fans dinilai mampu meningkatkan moral dan mental pemain untuk kembali meraih kemenangan.
”Atmosfernya luar biasa. Bermain di stadion penuh tentu menyenangkan. Sayangnya kami belum bisa memberi tiga poin. Semoga di laga kandang berikutnya, atmosfer ini kembali dan hasilnya juga berbeda,” tandas Carlos Pena.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
