
Imbauan suporter Persebaya Surabaya dilarang away ke Jogja. (Istimewa)
JawaPos.com - Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja memastikan tidak ada kehadiran suporter tim tamu dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/26 melawan Persebaya Surabaya. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi intensif yang melibatkan manajemen PSIM, pihak kepolisian, serta perwakilan suporter dari kedua tim.
Meski hubungan antarpendukung PSIM Jogja dan Persebaya dikenal harmonis, seluruh pihak sepakat menempatkan regulasi dan faktor keamanan sebagai prioritas utama.
Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa pertimbangan matang. Menurutnya, manajemen dan Panpel tetap berpegang pada aturan kompetisi yang berlaku di masa transisi sepak bola nasional.
“Manajemen, Panpel, beserta pihak kepolisian menghormati dan masih menjunjung tinggi regulasi yang berlaku,” ujar Wendy, Senin (19/1) dikutip dari website psimjogja.id.
Larangan tersebut merujuk pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi BRI Super League 2025/26 yang secara tegas melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion. Selain aturan, keterbatasan kapasitas Stadion Sultan Agung juga menjadi alasan teknis utama.
“Kami mohon maaf belum bisa menjadi tuan rumah yang ideal. Kapasitas SSA sangat terbatas dan belum memungkinkan untuk menerima suporter tim tamu,” kata Wendy.
Faktor sosiologis di wilayah Bantul turut menjadi perhatian serius. PSIM Jogja saat ini berstatus sebagai ‘tamu’ di SSA sehingga wajib menghormati tuan rumah, mulai dari Pemerintah Kabupaten Bantul, Polres Bantul, hingga masyarakat sekitar stadion.
“Komunikasi dengan warga sekitar stadion masih terjaga dengan baik dan itu harus kami hormati,” tambahnya.
Aspek keamanan menjadi poin krusial dalam pengambilan keputusan ini. Sejarah insiden pertandingan di wilayah Bantul masih menyisakan trauma bagi masyarakat setempat, sehingga kepolisian menilai langkah preventif perlu dikedepankan.
“Alasan utamanya tetap regulasi dan keamanan,” tegas Wendy.
Polres Bantul juga meminta manajemen PSIM aktif menyosialisasikan imbauan agar suporter Persebaya tidak datang ke Yogyakarta.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi pelanggaran yang dapat berujung sanksi disiplin.
Di sisi lain, sikap dewasa ditunjukkan oleh dua kelompok suporter PSIM Jogja, Brajamusti dan The Maident.
Meski memiliki ikatan persaudaraan kuat dengan Bonek dan elemen suporter Persebaya lainnya, mereka sepakat menjaga kondusivitas wilayah.
“Mereka tetap menjaga silaturahmi, namun juga menghormati hasil koordinasi dan arahan kepolisian,” tutup Wendy.
Dengan keputusan ini, PSIM Jogja berharap laga melawan Persebaya tetap berjalan aman, tertib, dan fokus pada pertandingan di atas lapangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022