
Tangkapan layar pertandingan antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Liga 4 Jatim, di Stadion Bangkalan, Madura, Senin (5/1). (Naufal Ammar Imaduddin/Antara)
JawaPos.com - Memang ada tendangan brutal, tekling horor, keputusan wasit janggal, serta tim yang hanya mempersiapkan diri seminggu di Liga 4 musim ini. Namun, kompetisi sepak bola strata terbawah itu juga menyaksikan kian seriusnya klub-klub kampus dan penerapan sport science.
Wasit Ega Bagus, yang memimpin laga Liga 4 DI Jogjakarta antara KAFI Jogja melawan UAD FC, barangkali mengidolakan Howard Webb. Bagi yang masih ingat final Piala Dunia 2010, wasit asal Inggris itu hanya memberi kartu kuning kepada pemain Belanda Nigel de Jong, yang kaki kanannya menerjang dada lawannya dari Spanyol Xabi Alonso.
Ega juga demikian. Dia juga cuma memberi kartu kuning kepada Dwi Pilihanto Nugroho dari KAFI Jogja yang kakinya menyasar kepala pemain UAD FC Amirul Muttaqin.
Kejanggalan keputusan wasit seperti itu hanyalah satu dari sederet hal-hal “agak laen” di Liga 4 di berbagai daerah. Ada pula tendangan brutal, tekling horor, ricuh sampai ruang ganti, yang sampai mendorong orang berkomentar: “Ini apa pemain Liga 4 dari (game pertarungan) Mortal Kombat semua?”
Ada pula pemain yang kena kartu merah tapi mengamuk tak mau meninggalkan lapangan, dan tim yang hanya bisa membayar harian pemainnya. Atau klub yang cuma sepekan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Juga, lapangan bak sawah.
Memang Liga 4 adalah kompetisi amatir. Namun, semestinya tak diikuti dan digelar secara amatiran. Bagaimanapun, liga ini adalah bagian dari jenjang pembinaan pemain. Tempat yang tepat untuk banyak bakat muda mengasah kemampuan dan menambah pengalaman.
Akhir Karir
Namun, bagaimana bisa bicara pembinaan jika yang kerap terjadi bukan adu skill, tapi adu pukulan? Jadilah pemain semuda Muhammad Hilmi Gimnastiar, yang baru berusia 20 tahun, pun tega menerjang dada pemain Perseta 1970 Firman Nugraha.
Di usia sebelia itu, kariernya selesai karena dihukum Komdis PSSI Jatim larangan beraktivitas di sepak bola sepanjang hidup. Demikian pula kiprah Firman bersama Perseta 1970 di lanjutan babak 32 besar Liga 4 Piala Gubernur Jatim yang ikut terhenti.
Di luar itu, berbagai tindakan tidak sportif baik pemain maupun official kerap kali terlihat. Ujungnya, kerusuhan pasca pertandingan sering terjadi.
“Semua itu dikarenakan tidak ada pemahaman soal Law of The Game (LOG), baik pemain, pelatih, official, maupun owner dari tim-tim,” kata Ketua Komdis PSSI Jatim Samiadji Makin Rahmat.
Harusnya, lanjut Makin, sebelum kompetisi dimulai, bimbingan teknis atau sering disebut workshop soal LOG harus diberikan, khususnya kepada pihak berkepentingan dalam klub yang akan berpartisipasi.
Baca Juga: Bintang Tarkam King Polo Dikabarkan ke Liga 4! Bos Perselobar Lombok Barat Berikan Jawaban
Menurut Makin, persiapan tim yang mepet untuk berkompetisi juga sangat berpengaruh. Proses seleksi yang cepat membuat klub-klub hanya merekrut pemain berdasarkan skill saja.
“Attitude, kemampuan berpikir, intelektual, pemahaman taktikal, sampai fisik tidak dilihat. Padahal hal-hal ini berpengaruh pada tindakan pemain di lapangan,” ujarnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
