
Bernardo Tavares akan melatih Persebaya Surabaya. (Dok. PSM)
JawaPos.com — Bernardo Tavares sebut Persebaya Surabaya adalah gigantis menjadi kalimat pembuka yang langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Ungkapan itu menandai awal era baru bagi Green Force, raksasa Liga Indonesia yang lama tertidur dan kini bersiap bangkit kembali.
Pelatih asal Portugal itu resmi mendarat di Kota Pahlawan pada Minggu malam, 4 Januari 2026, disambut antusiasme tinggi dari suporter.
Kedatangannya membawa harapan besar setelah Persebaya Surabaya memasuki fase baru dalam proyek kebangkitan prestasi.
Bernardo Tavares tidak datang sendirian saat menginjakkan kaki di Surabaya. Mantan pelatih PSM Makassar tersebut membawa Renato Duarte yang akan bertugas sebagai asisten pelatih utama.
Kehadiran Renato Duarte menambah kekuatan di jajaran staf kepelatihan Persebaya Surabaya.
Kombinasi pengalaman dan pemahaman taktik diharapkan mampu mempercepat adaptasi Bernardo dengan kultur sepak bola Surabaya.
Di Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares juga akan bekerja sama dengan tiga asisten pelatih yang sudah lebih dulu berada di tim.
Mereka adalah Uston Nawawi, Shin Sang-gyu, serta Felipe Americo Martins Goncalves sebagai pelatih penjaga gawang.
Kolaborasi lintas latar belakang ini memberi sinyal kuat soal keseriusan manajemen membangun tim yang solid. Persebaya Surabaya ingin memadukan karakter lokal dengan sentuhan sepak bola modern demi hasil maksimal.
Kesan pertama Bernardo Tavares terhadap Persebaya Surabaya langsung terasa emosional dan penuh makna. Ia menilai klub kebanggaan Bonek itu memiliki aura besar yang hanya menunggu momentum untuk bangkit.
“Suporter bisa berada di sana (stadion dan mendukung kami), karena itu sangat penting. Mari kita pergi bersama-sama untuk membangun sesuatu yang istimewa,” ujar Bernardo Tavares di Juanda, Minggu (4/1/2026).
Ucapan itu langsung mengena di hati suporter yang merindukan kebangkitan Persebaya Surabaya. Dukungan langsung dari tribun kembali dianggap sebagai energi utama untuk mengangkat performa tim di lapangan.
Bernardo juga memahami peta persaingan Liga Indonesia yang semakin ketat dari musim ke musim. Ia menyadari banyak klub memiliki pemain berkualitas serta basis suporter yang sama fanatiknya.
“Kita tahu bahwa ada banyak tim dengan pemain yang bagus, dengan suporter yang bagus juga. Tapi Persebaya akan mencapai 100 tahun, tahun depan, jadi kita harus bekerja keras,” lanjut Bernardo Tavares.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022