Dani Cantona, pelatih Persebaya Surabaya U-11. (Moch. Rizky Pratama/JawaPos.com)
JawaPos.com — Cerita Dani Cantona mengantarkan Persebaya Surabaya U-11 menaklukkan Akademi Manchester City dari Malaysia menjadi sorotan utama dalam keberhasilan meraih gelar juara Turnamen Tanjak Riau Internasional 2025. Turnamen bergengsi yang digelar di Riau pada 20–21 Desember 2025 itu menjadi panggung pembuktian kualitas pembinaan usia dini Persebaya Surabaya.
Di bawah arahan Dani Cantona, Persebaya Surabaya U-11 tampil konsisten sejak fase awal hingga partai penentuan, meski harus bersaing dengan puluhan tim kuat.
Total ada 64 peserta yang ambil bagian, terdiri dari klub nasional dan internasional dari kawasan Asia Tenggara.
Dani Cantona selaku pelatih Persebaya Surabaya U-11 mengatakan, turnamen tersebut diikuti akademi-akademi terbaik yang merupakan juara dari berbagai ajang sebelumnya.
Kondisi itu membuat persaingan berjalan ketat dan menuntut kesiapan teknis serta mental pemain.
“Alhamdulillah bisa mendapatkan juara satu, dan mendapatkan beberapa gelar individu untuk pemain dan pelatih,” Dani Cantona Pelatih Persebaya Surabaya U-11 kepada JawaPos.com, Senin (22/12/2025).
Prestasi itu sekaligus menegaskan kualitas tim muda Green Force di level internasional.
“Untuk event Tanjak Riau ini, ada 64 peserta, baik dari nasional dan internasional, negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Vietnam, dan akademi-akademi dari ASEAN.”
Menurut Dani, kehadiran tim luar negeri membuat turnamen ini jauh lebih kompetitif dibanding ajang lain yang pernah diikuti.
Dani juga menjelaskan, Persebaya Surabaya U-11 melakukan penguatan skuad sebelum tampil di Riau. Penambahan pemain dilakukan setelah evaluasi dari turnamen di Thailand beberapa bulan sebelumnya.
“Betul, kelompok umur 11. Untuk pemain ada beberapa tambahan, dari yang Thailand kemarin ada tambahan sekitar 3 pemain, karena kita melihat ada beberapa posisi yang harus kita tambahin, sehingga kita seleksi pemain lagi dari kelompok-kelompok internasional.”
Langkah ini diambil agar tim lebih seimbang di setiap lini.
Ia menilai kualitas Turnamen Tanjak Riau berada di atas event internasional sebelumnya yang diikuti Persebaya Surabaya U-11. Lawan-lawan yang dihadapi memiliki kemampuan teknik dan fisik yang lebih matang.
“Beda, mas. Untuk yang di Tanjak Riau kemarin itu kan juara dari berbagai event internasional dan nasional, sehingga lebih kompetitif, jadi lawan-lawannya itu lebih bagus-bagus.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022