
Justin Hubner saat pertandingan antara Fortuna Sittard melawan Ajax Amsterdam, Minggu (7/12/2025). Gaya mainnya yang berbuah kartu merah dikritik dua legenda Eredivisie. (Instagram @jimmy.delorenzi)
JawaPos.com - Justin Hubner kembali menjadi perbincangan di Belanda setelah insiden kartu merah yang ia terima pada laga melawan Ajax Minggu (7/12).
Di pertandingan itu, Fortuna Sittard harus kalah dengan skor 1-3 dalam Kondisi Hubner meninggalkan lapangan lebih cepat.
Bek muda Fortuna Sittard yang juga pemain Timnas Indonesia itu diusir wasit usai melakukan tekel keras, dan keputusan tersebut langsung menuai komentar dari dua legenda Eredivisie, Kenneth Perez dan Karim El Ahmadi.
Dalam tayangan VoetbalPrimeur, Perez yang kini dikenal sebagai pundit menilai kartu merah untuk Hubner merupakan keputusan yang tepat. Ia bahkan menyebut bahwa gaya bermain keras sang bek bukan hal baru.
“Hubner itu, saya pernah melihatnya melakukan sesuatu yang mirip saat bermain untuk Timnas Indonesia,” kata Perez, mengingat kembali beberapa laga internasional di mana Hubner tampil agresif.
Komentar senada disampaikan oleh Karim El Ahmadi, eks bintang Feyenoord yang juga menjadi analis sepak bola.
Menurutnya, Hubner kerap tampil terlalu berani ketika diberikan kesempatan bermain penuh. “Dia selalu melakukan hal-hal gila ketika diizinkan bermain,” ujar El Ahmadi, menyoroti konsistensi pola bermain Hubner yang dinilai berisiko.
Tekel Hubner pada pertandingan tersebut memang terlihat cukup keras, membuat wasit langsung mengeluarkan kartu merah tanpa ragu.
Insiden itu memengaruhi jalannya laga, dengan timnya terpaksa bermain dengan 10 orang pada sisa pertandingan.
Situasi ini turut memicu diskusi di kalangan fans dan media Belanda mengenai perkembangan sang pemain muda asal Wolves itu selama masa peminjamannya.
Hubner sendiri dikenal sebagai sosok bek yang punya kelebihan dalam duel fisik dan keberanian dalam memenangkan bola.
Namun, kritik dari dua sosok berpengaruh di Eredivisie itu memberi sinyal bahwa ia perlu menyeimbangkan agresivitas dengan kontrol emosi agar tidak merugikan tim.
Meski begitu, sejumlah pendukung menilai insiden ini bisa menjadi momen pembelajaran penting bagi Hubner, terutama dalam karirnya yang sedang berkembang.
Dengan umur yang masih muda, ia memiliki banyak waktu untuk memperbaiki aspek disiplin dan membaca situasi pertandingan dengan lebih matang.
Ke depan, performa Hubner dipastikan akan semakin mendapat sorotan, baik di level klub maupun ketika kembali membela Timnas Indonesia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
