Toni Firmansyah tugas negara bersama Timnas Indonesia dan absen bela Persebaya Surabaya hadapi Arema FC. (I.League)
JawaPos.com — Kans pemain muda Persebaya Surabaya unjuk gigi makin besar setelah Toni Firmansyah dan Mikael Tata dipastikan absen di Derbi Jawa Timur melawan Arema FC. Kondisi ini membuka peluang bagi talenta pelapis untuk mencuri panggung di laga sarat gengsi di Stadion Gelora Bung Tomo akhir pekan ini.
Persiapan Persebaya Surabaya terus dimatangkan melalui latihan intens di Lapangan ABC Kompleks GBT pada Selasa sore. Intensitas latihan tetap terjaga meski beberapa pemain penting tidak ambil bagian.
Toni dan Mikael tidak hadir karena sedang memperkuat Timnas Indonesia U-22. Dua pemain muda tersebut sebelumnya sering menjadi opsi utama di sektor sayap dan lini tengah berkat performanya yang konsisten.
Absennya keduanya membuat tim pelatih mematangkan alternatif komposisi untuk menutup celah yang ditinggalkan.
Pergerakan cepat yang biasa dihasilkan Toni maupun Mikael kini harus digantikan pemain lain yang tampil stabil sepanjang pekan latihan.
Di sektor belakang, Risto Mitrevski juga belum bisa bermain karena masih menjalani pemulihan cedera. Situasi ini membuat lini pertahanan Green Force harus disesuaikan dengan kondisi fisik pemain yang tersedia.
Meski begitu skema permainan Persebaya Surabaya tetap diperdalam untuk mengantisipasi gaya bermain Arema. Tim pelatih terlihat fokus pada pengembangan build-up cepat dan transisi yang rapi.
Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, menyebut laga derbi selalu menghadirkan tekanan tersendiri untuk seluruh pemain. “Ini adalah derbi, pertandingan besar, dan kami bekerja keras untuk hasil terbaik,” ujar Edu.
Eduardo memahami sorotan besar tertuju pada Dalberto, striker Arema yang sedang memimpin daftar top skor Super League. Meski begitu ia menegaskan fokus timnya tidak boleh hanya tertuju pada satu pemain.
“Semua tahu Dalberto adalah top skor liga, tapi fokus kami bukan hanya satu pemain,” ucapnya tegas.
Ia menambahkan Arema memiliki skuad bagus dan pelatih berpengalaman sehingga tidak bisa dihadapi dengan strategi setengah matang.
Karena itu latihan Persebaya Surabaya diarahkan untuk merespons berbagai skenario yang mungkin muncul selama 90 menit pertandingan.
Eduardo ingin para pemain menjaga konsentrasi sejak awal dan tidak terpancing tensi panas derbi Jawa Timur.
“Kami terus melanjutkan persiapan untuk pertandingan melawan Arema,” kata Eduardo saat memimpin latihan. Ia menekankan semua pemain harus memahami rencana permainan agar tetap solid dalam tekanan.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
