
Timnas Indonesia hatus mengubur mimpi ke Piala Dunia 2026 usai kalah 0-1 dari Irak. (Dok: Timnas Indonesia)
JawaPos.com – Perjuangan Timnas Indonesia telah berakhir menuju Piala Dunia 2026. Kini, di saat skuad Garuda belum memiliki agenda selanjutnya, PSSI diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi sangat diperlukan karena PSSI gagal mewujudkan impian masyarakat Indonesia, yakni menyaksikan lambang ‘Garuda di Dada’ mentas di Piala Dunia.
Indonesia secara tragis dipermalukan dalam dua laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, yakni menyerah dari Arab Saudi (2-3), dan terakhir kalah tipis 0-1 dari Irak.
Dua kekalahan itu membuat skuad asuhan Patrick Kluivert berada di dasar klasemen Grup B dengan 0 poin, sebuah capaian di luar ekspektasi merujuk skuad yang dimiliki Indonesia saat ini.
Tak dipungkiri bahwa skuad Garuda saat ini tak kalah dibandingkan dengan Arab Saudi ataupun Irak. Timnas Indonesia diperkuat banyak pemain yang bermain di kompetisi top Eropa.
Sebut saja sang kapten Jay Idzes (Sassuolo/Italia), Calvin Verdonk (Lille/Prancis), Kevin Diks (Borussia Monchengladbach/Jerman), Ole Romeny (Oxford United/Inggris), dan sejumlah pemain lain yang merumput di Eredivisie Belanda.
Secara pamor, Indonesia diyakini lebih baik jika dibandingkan dengan skuad Arab Saudi yang lebih banyak diperkuat pemain dari Liga Pro Arab Saudi. Sedangkan pemain Irak banyak merumput bersama klub-klub Asia. Jika pun ada yang berkarier di Eropa, tapi tak se-glamor Jay Idzes dkk.
Pertanyaannya kini, bagaimana bisa kalah? Jawabannya mungkin agak sulit dijelaskan, tapi netizen menilai pendekatan Kluivert sebagai pelatih kepala Garuda dinilai gagal mengimplementasikan keunggulan tersebut.
Karena itu, jangan heran ketika tagar #KluivertOut menggema setelah kegagalan Indonesia menggapai mimpi ke Piala Dunia 2026.
Mereka berpikir cerita Indonesia menggapai mimpi mungkin berbeda jika masih ditangani Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia sebelum Kluivert. “Coba saja STY masih di Timnas, ya sudahlah,” keluh @amr***
“Mimpi gua udah terkubur dalam setelah kalah dari Arab, permainan udah kebaca bgt,” kata @jon***
Terlepas apapun polemik yang terjadi dari kegagalan timnas, kita seharusnya dapat memetik pembelajaran berharga. Skuad Garuda harus lebih kuat ke depannya, dan PSSI perlu memerhatikan kembali kompetisi sepak bola di Tanah Air (Super League).
Selain itu, pembinaan melalui akar rumput (grassroot) perlu digalakkan kembali. Karena dari sinilah para pemain muda Indonesia akan muncul menjadi pahlawan bangsa ke depannya!

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
