Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Oktober 2025 | 20.47 WIB

Loyalitas The Jakmania untuk Persija dan Cara Berkelas Melawan Regulasi, Tetap Santun Bertamu ke Kandang Lawan

Jakmania memberi dukungan langsung untuk Persija di stadion.(Dok. I League) - Image

Jakmania memberi dukungan langsung untuk Persija di stadion.(Dok. I League)

JawaPos.com-The Jakmania selalu punya cara sendiri dalam menunjukkan dukungan kepada Persija Jakarta. Salah satunya dengan hadir langsung ke stadion saat Macan Kemayoran melakoni laga tandang, meski aturan larangan suporter tim tamu masih berlaku.

Regulasi larangan suporter tim tamu sudah memasuki musim ketiga. Aturan tersebut pertama kali digaungkan pada musim 2023/2024. Awalnya, regulasi itu diterapkan pasca pecahnya tragedi di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan nyawa hilang pada Oktober 2022.

I.League selaku operator kompetisi Super League, menetapkan aturan itu karena mengikuti anjuran PSSI. Sementara federasi beralasan bahwa suporter tim tamu masih dilarang karena belum dapat rekomendasi dari FIFA.

Pun begitu, tak sedikit suporter yang terus mengabaikan regulasi tersebut. Setidaknya sejak musim lalu, di mana banyak pelanggaran muncul karena suporter tetap nekad datang ke markas lawan untuk mendukung tim kesayangannya.

Termasuk pada Super League 2025/2026, di mana larangan suporter tim tamu masih kerap dilanggar. Denda pun dijatuhkan oleh Komite Disiplin PSSI kepada klub yang bersangkutan.

Persija Jakarta jadi salah satu klub yang paling sering kena denda dari Komdis PSSI karena pelanggaran tersebut sejak musim lalu. Pada musim ini, Macan Kemayoran sudah merasakan sanksi tersebut dengan nominal Rp 25 juta.

Hukuman itu diberikan lantaran terdapat ratusan penggemar Persija yang menyaksikan pertandingan melawan Persis Solo secara langsung di Stadion Manahan, Surakarta pada 16 Agustus.

Selain itu, sebenarnya Persija punya tiga pertandingan tandang lain. Yakni kontra Dewa United Banten FC di Banten International Stadium, PSM Makasssar di Stadion Gelora BJ Habiebie, dan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda.

Namun saat melawan Dewa United, pertandingan digelar tanpa penonton. Kemudian saat melawan PSM tak ditemukan ada Jakmania yang hadir, serta saat lawan Borneo FC ada puluhan suporter Persija yang hadir tapi belum ada keputusan dari Komdis PSSI.

Diky Soemarno sebagai Ketua Umum PP The Jakmania, tak menampik bahwa Persija dapat denda akibat kehadiran The Jakmania saat laga tandang. Tapi dia mengatakan bahwa kedatangan pihaknya bukan tanpa alasan.

Dia beralasan bahwa kehadiran itu merupakan cara dari The Jakmania melawan aturan. Sebab regulasi larangan suporter tamu sudah terlalu lama diterapkan tanpa ada kejelasan.

"Kalau denda kan memang kayaknya sudah pasti selalu ada ya, khususnya berkaitan dengan regulasi supporter away. Ya memang dari musim lalu Jakmania secara organisasi pun kita sudah melawan itu (aturan larangan suporter tim tamu)," kata Diky Soemarno beberapa waktu lalu. 

"Kami sudah berjuang untuk memperjuangkan haknya Jakmania. Karena di musim pertama regulasi itu ada Jakmania cukup patuh dan menurut kita gak berangkat kemana-mana," tambah dia.

Apa yang diutarakan Diky tak salah. Pada musim 2023/2024 yang merupakan musim penuh perdana regulasi larangan suporter tim tamu hadir diterapkan, The Jakmania menaati itu. The Jakmania baru mencoba melanggar pada 2024/2025 alias musim lalu.

Selain itu, Diky juga merasa bahwa The Jakmania saat ini sudah menjadi organisasi yang jelas. Mereka memenuhi kewajiban yang ada dan merasa tak adil jika The Jakmania dianggap sama rata dengan suporter lain.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore