Kahudi saat memimpin latihan. (ig @psisofficial)
JawaPos.com - Championship 2025-2026 baru memasuki pekan ketiga. Namun, sudah ada dua klub yang melakukan pergantian pelatih. Yaitu PSIS Semarang dan PSPS Pekanbaru.
PSIS resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepalanya, Kahudi Wahyu. “Manajemen PSIS dan Coach Kahudi resmi mengakhiri kontrak kerja sama sebagai pelatih kepala. Itu dilakukan setelah evaluasi yang kami lakukan,” kata Agung Buwono, Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang.
Performa PSIS memang buruk. Di bawah arahan Kahudi, Laskar Mahesa Jenar menelan tiga kekalahan beruntun. Mereka kebobolan delapan gol dan hanya mampu mencetak satu gol. Karena itu, manajemen langsung mengambil langkah cepat.
Apalagi, pada pekan keempat PSIS akan menghadapi pimpinan klasemen Grup Timur, Barito Putera (4/10).
Laskar Antasari sedang dalam kondisi terbaik. Mereka selalu menang dalam tiga laga, mencetak tujuh gol, dan belum kebobolan sama sekali. Pada laga tersebut, PSIS akan dipimpin oleh seorang karteker.
Baca Juga: Bintang Deltras FC Martinus Novianto Comeback, Kembali Merumput setelah Dua Musim Menghilang
“Untuk sementara, tim akan dipegang oleh asisten pelatih coach Ega (Raka Galih),” lanjut Agung. Dia akan memimpin tim sampai PSIS mendapatkan pelatih kepala baru. “Karena saat ini kami langsung mencari pelatih kepala pengganti,” tambahnya.
Kurniawan Mundur demi Kebaikan Tim
Situasi di PSPS Pekanbaru lebih memprihatinkan. Semifinalis Liga 2 musim lalu itu kini menjadi juru kunci Grup Barat. Dari tiga laga, mereka hanya meraih dua hasil imbang dan sekali kalah.
Hasil buruk itu memicu protes suporter. Mereka sempat melampiaskan amarah kepada jajaran tim pelatih dan manajemen. Tak lama setelah itu, semuanya kompak mengundurkan diri.
Baca Juga: On Fire Bersama Borneo FC, Nadeo Argawinata Pertebal Opsi Kiper Timnas Indonesia di Putaran Empat
Total ada enam sosok yang memilih mundur. Mereka adalah Kurniawan Dwi Yulianto (direktur teknik dan manajer tim), Ilham Romadhona (pelatih kepala), Rici Vauzi (pelatih fisik), Kristiawan (asisten pelatih), Kurnia Sandy (pelatih kiper), dan Irwan (analis).
Saat ditanya soal alasan mundur, Kurniawan menjawab singkat. “Kenapa saya mundur? Itu semua demi kebaikan tim,” katanya kepada Jawa Pos. Setelah mundur, Kurniawan mengaku ingin menepi sejenak. “Saya masih mau istirahat di rumah,” tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022