
Rizky Ridho turut ramaikan tren RIP Demokrasi Indonesia. (Dok. Instagram)
JawaPos.com-Indonesia kembali diguncang gelombang protes besar pada Kamis (28/8), namun kali ini berujung pada tragedi yang menghentak nurani bangsa. Di tengah hiruk-pikuk politik dan demonstrasi, dua bintang sepak bola Indonesia dari rival abadi, Persija Jakarta dan Persib Bandung, akhirnya angkat bicara dengan cara mereka masing-masing.
Indonesia kembali diguncang gelombang protes besar, Kamis (28/8). Sebelumnya, massa buruh menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta dengan aksi bertajuk Gerakan Buruh Indonesia Bergerak: Wujudkan Kedaulatan Rakyat, Hapus Penindasan dan Penghisapan, yang dipimpin Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) bersama Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh.
Namun, sebuah peristiwa tragis terjadi dan membuat masyarakat marah. Seorang ojek online meninggal setelah tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Korban bernama Affan Kurniawan, 21, seorang pengemudi ojek online yang sedang berjuang mencari nafkah. Kronologi tewasnya driver ojol ini bermula ketika dia sedang dalam perjalanan mengantarkan pesanan. Perjalanannya terhambat karena adanya kemacetan di sekitar gedung DPR akibat kerumunan massa demonstrasi.
Di saat bersamaan, sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob melaju dari arah berlawanan untuk membubarkan massa. Affan yang terjebak di lokasi tidak sempat menghindar, hingga akhirnya tertabrak dan terlindas. Dia sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong.
Detik-detik tragis ketika Affan ditabrak dan dilindas rantis tersebut terekam kamera warga dan kemudian viral di media sosial. Peristiwa tragis itu cepat menyebar di media sosial dan langsung memicu kemarahan publik, dengan tagar RIP Demokrasi dan RIP Indonesia Democracy jadi trending di berbagai platform media sosial.
Peristiwa tersebut tak luput dari perhatian dua bintang dari Persija dan Persib, yakni kapten Rizky Ridho dan Beckham Putra. Keduanya ikut menyebarkan trend matinya demokrasi di Indonesia melalui Instagram mereka, menunjukkan bahwa dunia sepak bola Indonesia tidak bisa menutup mata terhadap kondisi sosial politik Tanah Air.
Kepedulian Rizky Ridho tidak hanya sebatas di media sosial. Sang kapten Persija Jakarta menunjukkan kepeduliannya secara langsung saat tim berlaga melawan Dewa United di Banten International Stadium, Jumat (29/8). Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak 3-1 untuk Macan Kemayoran, Rizky Ridho menjadi satu-satunya pemain yang berani mengenakan pita hitam sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum Affan Kurniawan.
"Awalnya semua pemain pengen pake pita hitam tapi terkendala harus izin ke LIB dulu. Ridho tetep ngotot mau pake, akhirnya cuma Ridho yang pake pita hitam di match tadi," ungkap sumber dari @jakonline01.
Meski suasana hati sedang berduka, Persija Jakarta tetap tampil maksimal di atas lapangan hijau. Tim asuhan Mauricio Souza berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Dewa United dengan gol-gol dari Maxwell (30'), Van Basty Sousa (63'), dan ditutup spektakuler oleh Allano di injury time (90'+4).
Dewa United sempat menyamakan kedudukan melalui gol Alexis Messidoro pada menit ke-51, namun perlawanan tuan rumah tidak cukup kuat menghadapi determinasi Persija yang bermain dengan motivasi ekstra.
Yang menarik, solidaritas ini tidak hanya datang dari kubu Persija. Beckham Putra, bintang muda Persib Bandung yang biasanya menjadi rival di lapangan, juga turut bersuara melalui akun media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa isu kemanusiaan dan demokrasi mampu menyatukan bahkan rival terbesar dalam sepak bola Indonesia.
Aksi Rizky Ridho yang nekat mengenakan pita hitam sendirian, ditambah dengan dukungan Beckham Putra di media sosial, membuktikan bahwa generasi muda sepak bola Indonesia memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi demokrasi tanah air.
Tindakan berani kedua pemain bintang ini memberikan pesan kuat bahwa sepak bola bukan hanya soal mencetak gol dan meraih kemenangan. Di balik jersey yang berbeda warna dan rivalitas yang mengakar, terdapat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama yang lebih tinggi.
Rizky Ridho dan Beckham Putra, meski berasal dari kubu yang berbeda, menunjukkan bahwa ketika menyangkut nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan, tidak ada sekat rivalitas yang mampu menghalangi solidaritas. Mereka membuktikan bahwa generasi muda Indonesia, termasuk para atlet, tidak akan tinggal diam melihat kondisi bangsa yang mengkhawatirkan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
