
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com-Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert siapkan strategi yang mengedepankan sepak bola menyerang dan penguasaan bola. Timnas Indonesia bakal menghadapi dua laga krusial melawan Tiongkok pada Kamis (5/6) dan Jepang (10/6) dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Filosofi Sepak Bola Menyerang
Kluivert, yang dikenal sebagai mantan striker tajam Belanda, membawa filosofi sepak bola menyerang ke skuad Garuda. Dia menyatakan preferensinya terhadap formasi 4-3-3, namun menekankan pentingnya fleksibilitas taktik sesuai dengan karakteristik pemain dan situasi pertandingan.
"Saya suka memainkan sepak bola menyerang. Saya juga ingin menguasai bola. Saya familiar dengan seluruh sistem. Preferensi saya adalah 4-3-3. Tapi tergantung apakah seluruh pemain juga nyaman memainkan pola tersebut," ujar Kluivert dalam konferensi pers perkenalannya.
Dia juga mengutip filosofi Johan Cruyff. "Seperti kata Johan Cruyff, kita tidak bisa membuat gol jika tidak menguasai bola," tutur dia.
Adaptasi dan Fleksibilitas Taktik
Meski memiliki preferensi terhadap formasi tertentu, Kluivert menekankan bahwa sistem permainan harus disesuaikan dengan kekuatan dan kenyamanan pemain. Dia terbuka untuk mengubah formasi, seperti 3-5-2 atau 4-2-3-1, tergantung pada kebutuhan pertandingan dan lawan yang dihadapi.
Persiapan Menghadapi Tiongkok dan Jepang
Menjelang pertandingan melawan Tiongkok dan Jepang, PSSI berharap Kluivert segera menyusun rencana pemusatan latihan (TC) untuk mempersiapkan tim secara optimal. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyatakan bahwa pihaknya menunggu draft rencana dari Kluivert untuk pelaksanaan TC.
Kolaborasi dengan Jordi Cruyff
Dalam upaya meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia, PSSI juga menggandeng Jordi Cruyff sebagai penasihat teknis. Kehadiran Cruyff diharapkan dapat membantu dalam pengembangan metodologi pelatihan, pengembangan pemain muda, dan struktur teknis tim nasional.
Tantangan dan Ambisi ke Depan
Dengan posisi Indonesia yang berada di peringkat ketiga Grup C, di bawah Jepang dan Australia, Kluivert menghadapi tantangan besar untuk membawa tim lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, dengan pendekatan taktik yang adaptif dan fokus pada penguasaan bola, diharapkan Timnas Indonesia dapat meraih hasil positif dalam dua laga mendatang.
Kluivert menegaskan bahwa kunci keberhasilan adalah memastikan pemain memahami peran mereka dalam berbagai situasi pertandingan, sehingga dapat beradaptasi dan mengambil keputusan yang tepat di lapangan.
