Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 15.53 WIB

Persebaya Akhiri Musim di Peringkat Empat, Siap Hadapi ASEAN Club Championship

Persebaya mencatatkan rekor tak pernah kalah selama Derbi Jatim musim ini. (Media Persebaya)  - Image

Persebaya mencatatkan rekor tak pernah kalah selama Derbi Jatim musim ini. (Media Persebaya) 

‎JawaPos.com-Persebaya Surabaya mengakhiri musim 2024/2025 di peringkat empat. Jika dibandingkan musim 2023/2024 yang hanya duduk di posisi 12 klasemen akhir, musim ini tentu jauh lebih baik.

‎Selain sukses menembus empat besar, Persebaya juga berhak lolos ke ajang ASEAN Club Championship musim depan. Hanya saja, agak disayangkan mereka gagal juara.

‎Hal itu karena Persebaya sebenarnya punya modal bagus untuk meraih gelar liga ketiga kalinya sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, Bruno Moreira CS sempat meraih kemenangan beruntun dan sangat jarang kalah selama putaran pertama.

‎Alhasil, Persebaya sempat memuncaki klasemen sementara Liga 1 selama hampir sepanjang putaran pertama. Mengutip dari Sofascore, tim asuhan Paul Munster itu meraih 11 kali menang, empat kali imbang, dan hanya sekali kalah hingga 20 Desember 2024.

‎Satu-satunya kekalahan Green Force selama periode tersebut adalah saat bertandang ke Persib Bandung, mereka takluk 2-0 pada Oktober 2024. ‎Namun, tak diduga, performa Persebaya langsung menukik tajam setelah menang atas Borneo FC pada 20 Desember.

Bertandang ke Bali United, Green Force kalah 2-0. ‎Setelah itu, memasuki tahun 2025 mereka kembali kalah dalam empat pertandingan beruntun, lalu sempat imbang, dan kembali kalah. Sehingga sejak 28 Desember 2024 hingga 7 Februari lalu, yaitu menghadapi Persis Solo, Persebaya kalah lima kali dan hanya seri sekali.

‎Pasca kalah dari Persis, manajemen bahkan hampir memecat Paul Munster, namun akhirnya pelatih asal Irlandia Utara itu diberi kesempatan memperbaiki tim.

‎”Dengan hasil di Solo ini, dan memperhatikan permainan Persebaya sejak memasuki putaran kedua, manajemen Persebaya akan menentukan posisi Coach Paul Munster dalam dua pertandingan ke depan, melawan PSBS Biak dan Dewa United,” kata Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi kala itu, seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.

‎Ancaman pemecatan itu ternyata membuat tim asuhan Paul Munster lebih termotivasi. Mereka sukses mengalahkan PSBS Biak 1-0. Sempat kalah dari Dewa United 2-0, Persebaya kemudian melaju tanpa kekalahan (tiga kali menang, enam kali seri) hingga pertandingan terakhir Liga 1 musim ini ditutup dengan kekalahan 1-3 dari Bali United.

‎Asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi menilai kekalahan di laga terakhir itu karena kesalahan dari timnya sendiri.

‎“Kami sudah tahu cara main Bali United, tapi memang (kekalahan ini) dari kesalahan-kesalahan kami sendiri. Kami juga menciptakan banyak peluang. Dalam sepak bola, main bagus saja tidak cukup,” kata Uston dalam jumpa pers pasca pertandingan seperti dikutip dari Antara.

‎Pemegang dua gelar juara liga Indonesia ini menutup Liga 1 musim ini di peringkat keempat dengan koleksi 56 poin dan berhak lolos ke ASEAN Club Championship musim depan.

‎Persebaya juga memutuskan untuk tak lagi bekerja sama dengan Paul Munster mulai musim depan. Ini berarti Green Force segera mencari pelatih baru untuk mempersiapkan tim pada Liga 1 2025/2026.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore