Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 02.51 WIB

Bojan Hodak Buka Suara! Persib Bandung Cuci Gudang, Akui Sulit Jaga Pemain Incaran Klub Lain Karena Punya Batas Anggaran

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. (dok. Persib) - Image

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. (dok. Persib)

JawaPos.com - Kesuksesan wakil Indonesia di kompetisi Asia bakal menjadi fokus dan konsentrasi Liga di musim depan. Di musim ini, dua wakil, Persib Bandung dan Madura United kurang maksimal. Maung Bandung harus terhenti di babak fase grup AFC Champions League Two. Sedangkan Madura terhenti di semifinal AFC Challenge League.

Nah, musim depan Persib bakal kembali berlaga di Asia seiring back to back juara Liga 1. Tyronne del Pino dipilih sebagai pemain terbaik, dan Bojan Hodak sebagai pelatih terbaik. Namun, yang sempat menjadi kekhawatiran adalah tim asal Jawa Barat itu bakal melakukan cuci gudang.

Berbagai pilar musim ini seperti kiper Kevin Ray Mendoza, Nick Kuipers, Ciro Alves hingga pemain senior Victor Igbonefo sudah dipastikan tak lagi bersama tim.

Pelatih Persib Bojan Hodak menyebutkan, terkait pergantian pemain masih akan menunggu regulasi yang akan diterapkan untuk musim depan. Sebab, wacananya Liga 1 musim depan bisa diikuti 11 pemain asing dengan 8 yang dimainkan di lapangan. Sehingga untuk saat ini jajaran pelatih belum bisa memutuskan apa yang harus dilakukan.

"Kami belum tahu apakah akan ada slot tambahan seperti sebelumnya untuk pemain muda, jadi ketika regulasinya keluar, baru kami bisa merencanakan,” beber Hodak.

Juru taktik asal Kroasia itu mengatakan bahwa bakal sulit untuk mengganti pemain. Sebab, Persib ingin membangun tim dalam jangka panjang. Namun, semua pemain di Persib yang bermain bagus diincar oleh tim lain dan ini menjadi tantangan.

“Itu sulit untuk diatasi, kami punya batas anggaran tertentu, dan kami harus mematuhinya, dan kami fokus ke situ, karena pada akhirnya, walaupun ada pemain keluar, kami harus tetap menjaga hasil yang bagus musim depan,” ujarnya.

Di sisi lain, Imran Nahumarury tak membayangkan tim besutannya bisa menempati peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 57 poin dari 34 laga. Sebab, sebagai tim promosi, bisa terhindar dari zona degradasi saja sudah cukup bagus baginya. Selain itu, Malut juga menjadi tim paling fair play.

Namun, capaian tim melebihi ekspektasi. Bahkan, Malut menjadi wakil Indonesia di ASEAN Club Championships. "Dari 34 pertandingan musim ini, saya lihat memang anak-anak sangat luar biasa. Kelemahan pasti ada. Ada beberapa catatan," katanya.

Kabarnya, pemain Persib bergerombolan untuk datang ke Malut. Diantaranya Tyronne del Pino, David da Silva, Ciro Alves, dan Gustavo Franca. "Saya biasa setelah ini akan berbicara dengan staf, dari situ saya akan lihat posisi mana kelemahan kita untuk kita perbaiki. Musim depan itu akan lebih sulit," tegasnya.

Imran menegaskan musim depan bakal lebih sulit. Sebab, dia berpedoman bahwa di kompetisi yang berbeda tidak bisa menggunakan pemain dan taktik yang sama. Namun, dia juga tidak mau tim berubah drastis. "Kalau ada perubahan banyak, itu akan menyulitkan, seperti dari awal lagi," sebut Imran. 

Penerima Penghargaan Liga 1:

Best Player : Tyronne del Pino (Persib)

Best Young Player : Arkhan Fikri (Arema FC)

Best Coach : Bojan Hodak (Persib)

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore