Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares.(Dok. Liga Indonesia Baru)
JawaPos.com - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, buka suara mengenai rencana 11 pemain asing untuk Liga 1 Indonesia 2025/2026. Setidaknya ada tiga pertanyaan yang dia lontarkan merespons wacana tersebut, termasuk salah satunya menyinggung keuangan klub.
Wacana penggunaan 11 pemain asing telah diungkap oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) beberapa waktu lalu. Jumlah ini meningkat dari regulasi Liga 1 2024/2025, yakni 8 pemain asing.
Dalam proyeksi PT LIB, 11 pemain asing tersebut tak serta-merta bisa bermain secara bersamaan di Liga 1 musim depan. Rencananya, hanya delapan pemain yang diizinkan main di lapangan, sementara tiga sisanya duduk di bangku cadangan.
Rencana 11 pemain asing itu menuai pro dan kontra. Reaksi yang diutarakan oleh para pemain, pelatih, manajemen, dan pengamat cukup beragam. Ada yang setuju, ada pula yang menolak dan menganggap dapat mematikan potensi pemain lokal.
Lantas, bagaimana dengan respons pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares? Dia memilih untuk mempertanyakan tujuan dan maksud dari PT LIB terlebih dahulu terkait wacana tersebut.
"Pertanyaan paling tepat, apa target mereka kepada liga ke depannya? Apakah membantu tim memiliki dana atau uang yang lebih banyak? Apakah membantu meningkatkan liga? Apakah meningkatkan pemain lokal?" tanya Bernardo Tavares dalam jumpa pers pralaga melawan Persita, Kamis (22/5).
Menurut Tavares, seandainya target dari operator kompetisi untuk meningkatkan kualitas liga, dia menilai regulasi tersebut cukup baik. Tapi jika maksudnya adalah untuk memaksa pemain lokal naik kelas, maka itu keputusan yang salah.
"Jika target mereka meningkatkan liga dan juga membantu tim-tim yang memiliki dana lebih besar, saya kira ini cocok mereka jalankan. Namun, jika target mereka untuk membantu meningkatkan pemain lokal yang ada, saya kira ini pilihan salah," ucapnya.
"Kalau anggapan kita 8 pemain asing bisa bermain di starting, berarti hanya 3 pemain lokal yang bisa bermain. Dan, dari 3 pemain lokal ini, kemungkinan ada tim yang bisa membeli pemain naturalisasi," tambah Tavares.
Terlepas dari itu, Bernardo Tavares sebagai pelatih enggan memberikan jawaban pasti setuju atau tidak. Dia hanya menegaskan siap untuk mengikuti setiap keputusan dan aturan yang diberlakukan PT LIB.
"Saya tidak mencoba untuk pro ke ide ini. Tapi, inilah kenyataannya yang saya bisa berikan kepada kalian. Saya di sini hanya mengikuti apapun yang mereka putuskan, saya harus ikuti ke depannya," jelas Tavares.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
