
Eduardo Perez jadi kandidat satu-satunya kuat pelatih Persebaya Surabaya musim depan. (PT LIB)
JawaPos.com—Persebaya Surabaya dikabarkan sudah mengerucutkan pilihan untuk pelatih kepala musim depan. Nama Eduardo Perez mencuat sebagai kandidat kuat yang akan menakhodai Green Force di Liga 1 Indonesia 2025/2026.
Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh akun Instagram @ownerwakanda yang menyebut kesepakatan dengan Eduardo sudah tercapai. Dalam unggahannya, disebutkan The Deal is Done dan Persebaya Surabaya akan segera memperkenalkan Eduardo Perez secara resmi.
“THE DEAL IS DONE: Persebaya Surabaya telah memutuskan untuk menunjuk mantan asisten pelatih timnas Indonesia yakni edu perez sebagai pelatih kepala musim 2025/26 ini. Saat ini Edu Perez menjabat sebagai koordinator tim junior klub CP Villarrobledo,” tulis @ownerwakanda.
Eduardo Perez bukan sosok asing di kancah sepak bola nasional. Dia pernah menjadi asisten pelatih timnas Indonesia dan juga sempat menangani beberapa klub Liga 1.
Saat ini, Eduardo menjabat sebagai koordinator tim junior CP Villarrobledo di Spanyol. Namun musim depan, pria asal Spanyol ini akan memulai tantangan baru di Kota Pahlawan.
Eduardo Perez Moran memulai karirnya di dunia sepak bola sebagai penjaga gawang profesional. Klub pertamanya adalah CD Logrones yang dibela selama tiga tahun dari 1995 hingga 1998.
CD Logrones saat itu berkompetisi di kasta kedua Liga Spanyol, Segunda División. Setelah tiga musim, Eduardo hijrah ke UD Melilla yang juga bermain di kasta yang sama.
Pada musim 1999, dia memutuskan turun kasta dan bergabung dengan Balaguer CF di Divisi Ketiga Spanyol. Bersama klub ini, berhasil menjuarai Catalunya Cup pada musim 1999/2001.
Setelah dua musim, Eduardo melanjutkan karir ke Badalona CF yang juga bermain di kasta ketiga. Di klub ini pula, dia mengakhiri karir sebagai pemain dan mulai meniti jalan sebagai pelatih.
Selama di Badalona, Eduardo dipercaya menjadi pelatih kiper untuk tim muda klub tersebut. Peran ini menjadi pintu gerbangnya untuk menapaki dunia kepelatihan profesional.
Usai pensiun, dia mengikuti berbagai kursus kepelatihan resmi UEFA. Ilmu yang diperoleh kemudian membawanya bergabung dengan Girona FC pada 2011.
Di Girona, Eduardo dipercaya menjadi pelatih kiper dan analis teknik hingga 2013. Saat itu, Girona sedang bersaing di kasta tertinggi La Liga Spanyol.
Karir internasionalnya semakin menanjak ketika pada musim 2018-2019, dipanggil oleh legenda Barcelona Xavi Hernandez. Eduardo didapuk menjadi bagian dari staf pelatih Al Sadd di Liga Qatar.
Kombinasi Xavi dan Eduardo sukses mempersembahkan gelar Liga Qatar bagi Al Sadd. Keberhasilan ini menjadi salah satu catatan prestisius dalam perjalanan karir Eduardo Perez.
Pada 2019, Eduardo kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan Persija Jakarta. Dia dipercaya menjadi asisten pelatih Julio Banuelos saat itu.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
