
Yuran Fernandes absen jelang duel panas PSM Makassar vs Persebaya Surabaya pekan ke-26 Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Media PSM)
JawaPos.com - Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, akhirnya buka suara terkait unggahannya di media sosial yang memicu kontroversi usai laga kontra PSS Sleman. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan ditujukan untuk menghina Indonesia, melainkan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi sepak bola nasional.
Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu, 3 Mei 2025, berakhir dengan kekalahan PSM Makassar 1-3 atas PSS Sleman. Laga tersebut diwarnai beberapa keputusan kontroversial wasit, termasuk dianulirnya gol Yuran di menit ke-12 karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan.
Tak lama setelah laga, Yuran meluapkan emosinya melalui Instagram Story @yur4anfernandes. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa "sepak bola di Indonesia hanyalah candaan" dan menyindir bahwa "jika ingin bermain sepak bola yang serius, lebih baik menjauh dari Indonesia."
Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian publik dan memicu reaksi keras di media sosial. Banyak pihak menilai komentar itu berpotensi menyinggung nasionalisme dan mencemarkan nama baik negara.
Namun, pada Senin (5/5), Yuran mengklarifikasi maksud dari pernyataannya. Ia menjelaskan bahwa komentar tersebut muncul akibat emosi sesaat setelah pertandingan yang berlangsung penuh tekanan.
“Saya tidak pernah berniat untuk menyinggung atau menghina Indonesia sebagai sebuah negara,” tulis pemain berkebangsaan Tanjung Verde itu dalam unggahan terbarunya. “Komentar itu murni merupakan ekspresi emosional saya setelah menghadapi pertandingan yang sangat menegangkan dan penuh kontroversi.”
Yuran juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan berharap pernyataannya tidak ditarik ke ranah yang lebih luas dari konteks yang dimaksudkan.
“Saya memohon maaf apabila unggahan tersebut menimbulkan kesalahpahaman. Saya berharap publik tidak menafsirkan ucapan saya secara berlebihan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Yuran menegaskan bahwa kritiknya merupakan wujud kepedulian terhadap kemajuan sepak bola nasional. Ia berharap federasi dan penyelenggara liga dapat memperbaiki kualitas kompetisi.
“Ungkapan itu lahir dari rasa kecewa terhadap situasi di lapangan, namun juga menjadi refleksi dari harapan saya bahwa sepak bola Indonesia bisa terus berkembang dan menjadi lebih baik,” tutupnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
