Toni Firmansyah mendapat dukungan dari Bonek ketika dicibir dalam tugasnya sebagai tukang jagal Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Regulasi Liga 1 Indonesia 2024/25 yang mewajibkan minimal satu pemain U-22 di starting XI dan tampil minimal 45 menit per laga, terbukti menjadi angin segar bagi perkembangan talenta muda Indonesia. Klub-klub kini serius membina pemain muda sebagai fondasi tim masa depan.
Kebijakan ini mendorong banyak pemain muda tampil reguler dan menjadi tulang punggung klub masing-masing. Mereka bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah punya kontribusi nyata di lapangan.
Sayangnya, tidak semua pemain muda bersinar mendapatkan pengakuan maksimal musim ini. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah absennya nama Toni Firmansyah dari daftar 5 youngster terbaik Liga 1.
Padahal, Toni Firmansyah tampil cukup konsisten bersama Persebaya Surabaya sepanjang musim 2024/2025. Ia menjadi bagian penting dari skuad Green Force yang kini bersaing ketat di papan atas klasemen.
Pesaing-pesaing Toni justru menunjukkan statistik lebih gemilang sepanjang musim.
Nama-nama seperti Muhammad Ferarri, Kakang Rudianto, Arkhan Fikri, Rahmat Arjuna, hingga Dominikus Dion mencuri perhatian dengan kontribusi nyata.
Muhammad Ferarri, bek andalan Persija Jakarta, tampil 22 kali musim ini dengan 19 di antaranya sebagai starter. Ia juga mampu menyumbang tiga assist yang memperkuat posisinya sebagai pilihan utama di jantung pertahanan.
Kakang Rudianto dari Persib Bandung juga konsisten sepanjang musim dengan 22 penampilan, sebagian besar sebagai starter. Usianya yang masih 22 tahun membuatnya masuk radar Timnas Indonesia U-23.
Gelandang muda Arema FC, Arkhan Fikri, bahkan menjadi otak permainan Singo Edan di lini tengah. Dari 24 pertandingan, Arkhan mencatatkan satu gol dan empat assist yang berperan besar dalam stabilitas permainan Arema.
Di Bali United, Rahmat Arjuna tampil sebagai oase di tengah inkonsistensi tim Serdadu Tridatu. Dari 27 laga, winger muda ini mengoleksi lima gol dan tiga assist, catatan keterlibatan gol yang sangat impresif untuk pemain U-22.
Debutan Liga 1, Dominikus Dion, juga tampil mencolok di PSS Sleman dengan dua gol dan satu assist dari 26 penampilan. Keunggulan multi-posisi membuatnya sangat berharga bagi pelatih PSS.
Di sisi lain, kontribusi Toni Firmansyah bersama Persebaya Surabaya sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Bermain dalam 13 laga dan mengoleksi 754 menit bermain menunjukkan kepercayaan besar dari pelatih.
Meski belum mencetak gol, Toni sudah mencatatkan dua assist dari total 11 percobaan tembakan sepanjang musim.
Passing accuracy sebesar 75 persen dan lima keypass menjadi bukti Toni punya peran penting di lini tengah Persebaya Surabaya.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
