Pelatih Persija Jakarta Carlos Pena. (Rizal Hanafi/Antara)
JawaPos.com - Hanya mendapatkan 6 poin dari 8 laga terakhir yang dijalani jelas bukanlah catatan yang bagus bagi Persija Jakarta. Karenanya, tim berjuluk Macan Kemayoran yang semula berada di trek juara harus mundur secara perlahan.
Pelatih Persija Jakarta Carlos Pena menyatakan bahwa harus realistis untuk menatap juara. Sebab, saat ini, Persija yang berada di peringkat keempat klasemen dengan 43 poin tertinggal jauh dari Persib Bandung yang berada di puncak dengan 57 poin.
Dengan 7 laga tersisa dan 21 poin yang diperebutkan, dianggapnya sangat sulit. "Ya kalau untuk titel juara itu jauh. Kami harus realistis," bebernya usai tim dibekuk Madura United 0-1 di Stadion Gelora Bangkalan Madura.
Menurutnya, target tim sejak awal adalah menempati empat besar. Karenanya, dia menegaskan di 7 laga sisa harus bisa memaksimalkan poin. Apalagi, saat ini Persija dibuntuti oleh Malut United yang mengoleksi poin sama.
Selain itu, tim lain membuntuti dengan poin yang sangat minim seperti Arema FC (42), Borneo FC (41), serta PSM Makassar dan Bali United yang sama-sama mengumpulkan 40 poin.
Juru taktik asal Spanyol itu menjadikan Persebaya Surabaya yang bakal berhadapan pada 12 April sebagai pelampiasan. Dia cukup optimistis. Selain bermain di kandang, Persija juga sudah bisa didukung oleh The Jakmania yang sebelumnya terkena hukuman komdis PSSI. "Akhirnya ada suporter lagi. Kami harus merubah kekecewaan ini untuk lebih baik melawan Persebaya," sebutnya.
Salah satu yang disorot oleh Pena adalah bagaimana nantinya saat lawan Green Force, julukan Persebaya, timnya bisa terhindar dari kartu merah. Terdapat 5 orang pemain yang terkena kartu merah dalam 8 laga terakhir. Menurutnya, kartu merah sejatinya tidak harus terjadi berulang bagi tim.
"Jadi sulit jika hal itu terjadi untuk memenangkan pertandingan. Dan semua kami harus lebih bertanggung jawab dan mengurangi kesalahan itu," ucapnya.
Sementara itu, gelandang Hanif Sjahbandi tidak bisa menjelaskan bagaimana situasi di ruang ganti terkait hasil buruk yang menimpa tim. "Saya hanya bisa memberikan jawaban kalau itu harus jadi pelajaran bagi kita. Apapun itu harus bisa keluar (dari situasi sulit)," paparnya.
Dia menegaskan tim harus lebih baik lagi di setiap pertandingan yang dijalani. "Ya banyak lah (kekurangan) dari kami seperti kartu merah. Tapi saya tidak mau jadikan itu sebagai alasan," ujarnya.
Identik dengan Pena, Hanif ingin semua elemen tim bertanggung jawab. "Kami main untuk Persija dan ya masing-masing harus meningkatkan kemampuan untuk hasil lebih baik lagi," sebutnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
