
Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes berduel bola dengan pemain sepak bola Timnas Australia Mitchell Duke dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2024)
JawaPos.com - Timnas Indonesia akan kembali beraksi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan menantang Australia. Jelang bentrokan tersebut, Garuda -julukan Timnas- mendapatkan musuh lain yang sulit untuk diantisipasi.
Timnas Indonesia bakal melanjutkan perjalannya di grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada bulan ini. Australia menjadi lawan yang akan dihadapi dalam waktu dekat, bahkan kurang dari tiga hari lagi.
Sesuai jadwal, duel Australia vs Timnas Indonesia akan berlangsung di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3) malam waktu setempat atau sore WIB. Penyelenggaraan pertandingan ini hanya berjarak tiga hari dari jadwal dimulainya FIFA Matchday periode Maret 2025.
Kondisi ini sedikit menimbulkan masalah untuk Timnas Indonesia. Sebab mayoritas penggawa Garuda masih punya pertandingan bersama klubnya masing-masing hingga mepet jelang periode FIFA Matchday Maret 2025.
Contohnya adalah Jay Idzes bersama Venezia FC di Serie A Liga Italia 2024/2025. Mereka baru menyelesaikan pertandingan pada Minggu (16/3) sore tadi. Begitu pula dengan Sandy Walsh dengan Yokohama Marinos di Jepang dan Maarten Paes bersama FC Dallas di Amerika Serikat.
Artinya, mereka baru bisa terbang ke Sydney, Australia pada Minggu (16/3) setelah laga atau keesokan harinya, Senin (17/3). Selain itu, para pemain diaspora di Eropa dan Amerika Serikat tersebut harus menempuh perjalanan jauh.
Perjalanan mereka dari negara klubnya masing-masing menuju Sydney memakan waktu yang cukup panjang dan kemungkinan baru tiba pada Selasa (18/3). Artinya, mereka hanya punya jeda sehari sebelum bertanding lagi.
Mepetnya waktu pemulihan itu lah yang dikhawatirkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dia khawatir para pemain Timnas Indonesia mengalami rasa letih dan kelelahan berlebihan karena mepetnya jadwal dan perjalanan panjang.
"Saya rasa sudah ada beberapa yang datang lebih awal, karena musuh kita hari ini kan kecapekan dan cedera," kata Erick Thohir di Hotel Faimont, Jakarta, Minggu (16/3) malam.
"Jadi beberapa hari terakhir ini juga saya nonton pertandingan, yang pemain Indonesia main ya, saya berhatalnya jangan sampai ada apa-apa, karena itu kan sesuatu yang faktor X yang kita tidak tahu," tambahnya.
Untungnya, ada beberapa pemain Timnas Indonesia yang sudah menyelesaikan pertandingan dengan klubnya dari jauh-jauh hari. Rata-rata adalah mereka yang berkarier di Liga 1 Indonesia 2024/2025, di mana kompetisi sudah jeda sejak 13 Maret lalu.
Ada delapan pemain Timnas Indonesia yang berkompetisi di Liga 1 2024/2025. Yakni Ricky Kambuaya, Septian Bagaskara (Dewa United FC), Muhammad Ferarri, Rizky Ridho Ramadhani (Persija Jakarta), Hokky Caraka (PSS Sleman), Ramadhan Sananta (Persis Solo), Nadeo Argawinata (Borneo FC Samarinda), dan Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya).
Sementara untuk pemain diaspora, Timnas Indonesia punya Justin Hubner (Wolves U-21), Thom Haye (Almere City) dan Rafael Struick (Brisbane Roar) yang diyakini bisa fit. Sebab mereka sudah berada di Australia sejak Minggu (16/3).
Justin Hubner dan Thom Haye bisa berangkat lebih cepat karena sudah memainkan pertandingan terakhir di klubnya dari beberapa hari lalu. Mereka memainkan laga terakhir sebelum jeda internasional pada Jumat (14/3).
"Jadi sebenarnya persiapan dari ofisial, kedatangan pemain juga baik, cedera juga belum ada. Nah, mungkin kecapekan yang harus kita lawan sekarang. Nah,waktunya kan berubah, jet lag segala berubah. Yah, kita lihatlah," jelas Erick.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
