Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 06.38 WIB

Junaidi Abdillah, Legenda Timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya yang Pernah Hadapi Manchester United

Sosok Junaidi Abdillah, legenda Timnas Indonesia (dok. Instagram @jacartanet) - Image

Sosok Junaidi Abdillah, legenda Timnas Indonesia (dok. Instagram @jacartanet)

JawaPos.com-Sepak bola Indonesia berduka atas kepergian legenda Timnas Indonesia Junaidi Abdillah, yang meninggal dunia di Jakarta pada Sabtu (8/3). Eks pemain Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya itu mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP).

Kabar duka ini mulanya disampaikan oleh mantan pemain sekaligus pelatih Timnas Indonesia Rahmad Darmawan. 

"Turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya senior kami yang baik hati, Bang Junaidi Abdillah. Semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran," tulis Rahmad Darmawan.

Profil Junaidi Abdillah

Junaidi Abdillah lahir di Mataram pada 21 Februari 1948 dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki tim Merah Putih. Karir sepak bolanya dimulai dari Diklat Salatiga pada awal 1960-an. Dia berlatih bersama pemain-pemain seperti Oyong Liza, Suharsoyo, dan Sartono Anwar.

Namanya mulai mencuat saat ia dipanggil untuk membela Timnas Indonesia U-20 dalam ajang Piala Asia Junior 1967. Saat itu, Indonesia harus puas menjadi runner up setelah kalah tipis 0-1 dari Israel.

Pernah Lawan Manchester United dan Ajax Amsterdam

Setelah menunjukkan performa gemilang, Junaidi Abdillah naik kelas ke Timnas Indonesia senior dan turut membawa tim meraih gelar juara di ajang King's Cup 1968 yang digelar di Thailand. 

Pengalamannya semakin bertambah ketika dia berkesempatan menghadapi klub-klub besar dunia seperti Ajax Amsterdam dan Manchester United selama pemusatan latihan jangka panjang. Dalam laga melawan Ajax, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-4, sementara saat menghadapi Manchester United, mereka berhasil menahan imbang 0-0.

Junaidi merupakan bagian dari skuat Timnas Indonesia yang kala itu ditangani pelatih asal Belanda, Wiel Coerver. Berkat bimbingan Coerver, dia sempat mendapatkan tawaran dari klub Eredivisie, Go Ahead Eagles, meskipun akhirnya dia tetap melanjutkan karir di Indonesia.

Legenda Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya

Selain bersinar di kancah internasional, Junaidi Abdillah juga menjadi andalan klub-klub besar dalam negeri. Dia pernah memperkuat Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, dua klub legendaris di sepak bola Indonesia. Keberadaannya di lapangan selalu memberikan warna tersendiri bagi permainan tim yang dibelanya.

Junaidi Abdillah menyumbangkan gelar juara PSSI pada 1975 dan 1979. Sebelum di Persija Jakarta, om Jun, sapaan akrabnya, bermain untuk Persebaya. Lalu pindah ke Jakarta, main di Indonesia Muda, klub anggota Persija.

Kepergian Junaidi Abdillah meninggalkan duka mendalam bagi sepak bola nasional. Kontribusinya untuk Timnas Indonesia dan klub-klub yang pernah dia bela akan selalu dikenang oleh para pencinta sepak bola Tanah Air.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore