Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca berbicara perihal insiden kericuhan suporter saat menghadapi Persib Bandung. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca kembali memberikan penjelasan perihal terjadinyan kericuhan suporter dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025 saat melawan Persib Bandung. Dia kali ini menyeret Persebaya Surabaya untuk memberi contoh terkait rivalitas dan kehadiran suporter tim tamu.
Pertandingan Persija vs Persib memang sudah berlalu lima hari lalu. Tapi, duel yang berlangsung pada Minggu (16/2) lalu masih meninggalkan sejumlah cerita dan kesan tak mengenakkan.
Pasalnya, sederet kejadian hadir dalam laga tersebut. Satu insiden yang paling disoroti adalah adanya kericuhan suporter yang terjadi di tribune Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat.
Kejadian kericuhan suporter muncul dikarenakan adanya pendukung atau penonton tim tamu yang kedapatan nonton langsung. Aksi pemukulan pun terjadi hingga korban diamankan oleh pihak keamanan, yang dibantu oleh PP the Jakmania.
Diketahui ada puluhan orang yang menjadi korban akibat kejadian tersebut. Tak sedikit di antara mereka yang mengalami luka-luka.
Prapanca selaku Direktur Persija, menyatakan bahwa pihak manajemen dan panitia pelaksana pertandingan Persija vs Persib sebenarnya sudah berusaha maksimal melakukan pencegahan suporter tim tamu datang.
"Begini, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan mitigasi. Tapi kembali lagi, itu kan Jawa Barat," kata Prapanca di Jakarta, Kamis (20/2).
"Mungkin teman teman Jakmania juga waswas kali ya. Cuma kan banyak juga teman-teman suporter Persib di sana (Jawa Barat, khususnya Bekasi). Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi," tambahnya.
Klub kebanggaan masyarakat Jakarta itu sebelumnya mengklaim telah melakukan sejumlah tindakan preventif mencegah suporter tim tamu hadir di stadion.
Contohnya memberikan imbauan di seluruh kanal sosial media Persija. Kemudian berkirim surat ke manajemen Persib perihal permohonan bantuan sosialisasi dan penekanan bahwa status pertandingan tanpa suporter tim tamu.
Selain itu, Persija juga sudah melakukan koordinasi dengan suporter Persija, the Jakmania, agar tak ada oknum yang memberikan akses untuk suporter tim tamu, serta menerapkan pengecekan KTP sebelum masuk stadion.
Tak cuma itu, Panpel pertandingan Persija juga telah bekerja ekstra keras agar pertandingan berjalan kondusif, aman, dan nyaman. Panpel sudah berkoordinasi secara itensif dengan Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi dalam membangun skema keamanan pun sudah dilakukan.
"Kami juga sudah bersurat ke Persib, kami sudah bikin pengumuman, kami bersurat ke Persib 'Tolong bilangin dong jangan datang dll'," terang Prapanca.
"Kan harusnya kayak Persija, sudah kasih tau jangan datang. Tapi dia jual tiketnya ke teman-teman Jakmania. Misal PSIS vs Persija, tiba tiba Jakmania ada yang nonton, ya gimana kan ditawarin tiket masa enggak ambil. Tapi kami jaga situasi, jadi ada pertanggungjawabannya," imbuhnya.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
