
Simon Tahamata digadang-gadang menjadi bagian dari Timnas Indonesia. (Media Ajax)
JawaPos.com - Legenda Ajax Amsterdam, Simon Tahamata, tengah menjadi sorotan setelah secara mengejutkan dikeluarkan dari klub yang telah ia bela dan dedikasikan hidupnya. Keputusan Ajax memutus hubungan dengan Tahamata menuai kecaman, terutama dari mantan bintang Timnas Belanda, Wesley Sneijder, yang menganggap langkah tersebut sebagai tindakan yang tidak adil terhadap sosok berjasa bagi klub.
Simon Tahamata, yang telah lama menjadi bagian dari Ajax Amsterdam baik sebagai pemain maupun pelatih di akademi, harus menerima kenyataan pahit saat klub tidak lagi mempekerjakannya. Sneijder menyayangkan keputusan tersebut, menegaskan bahwa Tahamata adalah bagian dari DNA Ajax yang kini mulai luntur.
"Saya sudah mengatakan satu setengah tahun lalu bahwa Ajax kehilangan identitasnya. Sekarang semua orang membicarakannya," kata Sneijder dalam program Veronica Offside, dikutip dari Ajax Show Time. "Sekarang legenda seperti Simon Tahamata disingkirkan begitu saja. Ini benar-benar skandal!" lanjutnya dengan nada kecewa.
Mantan pemain Ajax lainnya, Van den Brom, turut menyuarakan kekecewaannya. Menurutnya, Tahamata merupakan sosok yang sangat loyal dan berkontribusi besar dalam pembinaan pemain muda di akademi De Toekomst. “Dia sangat bugar, dia juga mewariskan keahliannya kepada generasi muda. Seharusnya dia tetap di sana sampai akhir hayatnya,” ucap Van den Brom.
Simon Tahamata sendiri mengungkapkan bahwa pihak klub tidak memberikan alasan yang jelas terkait kepergiannya. “Mereka hanya mengatakan bahwa mereka akan melihat situasi saya pada Februari. Entah bekerja lebih sedikit atau pensiun. Apa maksudnya pensiun? Saya tidak mau pensiun! Saya masih sangat bugar untuk itu,” tegasnya dalam wawancara dengan De Telegraaf.
Bukan Satu-Satunya Korban, Ajax Dituding Tak Menghormati Para Ikon Klub
Simon Tahamata bukan satu-satunya legenda yang mengalami nasib serupa. Beberapa mantan pemain dan pelatih seperti John Heitinga, Michel Kreek, Winston Bogarde, dan Gerald Vanenburg juga diperlakukan serupa oleh Ajax. “Kami tidak pantas menerima perlakuan seperti ini. Jika situasi ini terus terjadi, klub akan kehilangan para ikonnya. Saya pikir ini mengerikan,” ujar Tahamata.
Sejak meninggalkan Ajax pada Maret 2024, Tahamata memilih membangun akademi sepak bolanya sendiri di Berlin. Keputusan ini mencerminkan tekadnya untuk tetap berkontribusi dalam dunia sepak bola, meskipun sudah tidak lagi terikat dengan Ajax.
Dirumorkan Jadi Direktur Teknik Timnas Indonesia
Di tengah kekecewaannya terhadap Ajax, nama Simon Tahamata kini muncul dalam rumor yang mengaitkannya dengan posisi Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia. PSSI tengah mencari sosok yang memiliki pengalaman luas serta komitmen penuh dalam pengembangan sepak bola Tanah Air.
Spekulasi ini semakin kuat setelah Simon Tahamata diketahui mengikuti akun Instagram Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Hal ini terjadi tidak lama setelah Erick melakukan kunjungan ke kantor Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Selain itu, Erick Thohir juga mengikuti akun Instagram Simon, yang semakin memanaskan spekulasi terkait peluang Tahamata bergabung dengan PSSI.
Simon Tahamata sendiri bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia. Sebagai pemain keturunan Maluku-Belanda, ia telah beberapa kali menyuarakan pendapatnya tentang perkembangan Timnas Indonesia, termasuk mengenai kebijakan naturalisasi pemain. Ia menekankan bahwa proses tersebut harus dilakukan dengan perhitungan matang agar bisa berdampak positif bagi kemajuan sepak bola nasional.
Akankah Simon Tahamata Bergabung dengan Timnas Indonesia?
Erick Thohir telah menyatakan bahwa pengumuman resmi mengenai posisi Direktur Teknik Timnas Indonesia akan dilakukan pada akhir Februari 2025. PSSI menginginkan sosok yang bersedia tinggal penuh waktu di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam tentang pengembangan pemain muda.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Simon Tahamata terkait ketertarikannya, rekam jejak dan pengalaman panjangnya di dunia sepak bola membuatnya menjadi kandidat kuat. Jika benar bergabung, kehadirannya bisa membawa perubahan besar bagi sepak bola Indonesia, terutama dalam pembinaan talenta muda dan strategi pengembangan jangka panjang.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
